Banyuwangi – Insiden tragis menimpa seorang remaja SMP berinisial FNS yang ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Kedung Bendo, Dusun Krajan 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jumat (3/4/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat korban berenang bersama lima orang temannya. Mereka diketahui bermain air menggunakan ban bekas mobil di area sungai dengan kedalaman sekitar empat meter.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Saksi mata, Sutris, penambang pasir setempat, menuturkan bahwa awalnya aktivitas berenang berlangsung normal. Namun situasi berubah ketika ban yang digunakan korban tiba-tiba oleng dan terbalik.
“Saya lihat korban berenang bersama teman-temannya pakai ban. Tiba-tiba ban milik korban mendadak oleng dan terbalik,” ujarnya.
Diduga korban tidak mampu menyelamatkan diri setelah terjatuh dari ban. Korban bahkan sempat terjepit di antara bebatuan padas di dasar sungai sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari permukaan.
Pihak kepolisian dari Polsek Genteng langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Bhabinkamtibmas Desa Setail, Aipda George Arjuna Sandi, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kami menerima laporan insiden itu. Kami bersama warga segera melakukan pencarian dan mengevakuasi korban ke rumah duka,” katanya.
Proses pencarian berlangsung sekitar satu jam sebelum korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Korban diketahui merupakan remaja asal Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari.
Informasi dari warga menyebutkan, sebelum berenang korban sempat memancing di sekitar lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di TPU setempat pada Jumat malam usai salat Maghrib.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di aliran sungai, terutama bagi anak-anak dan remaja yang bermain tanpa pengawasan.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





