Perkuat Mitigasi Basarnas Banyuwangi Gandeng BMKG untuk Operasi SAR Berbasis Data Cuaca

- Admin

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Upaya meningkatkan efektivitas penyelamatan terus diperkuat. Tim SAR di Banyuwangi kini mengedepankan pendekatan berbasis data dengan menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan.

Kolaborasi antara Basarnas Banyuwangi dan BMKG Banyuwangi ini difokuskan pada pemanfaatan data cuaca secara real-time sebagai landasan utama dalam menentukan strategi operasi Search and Rescue (SAR), baik di wilayah perairan maupun daratan.

Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setya Budi, menegaskan bahwa faktor cuaca menjadi variabel krusial dalam setiap operasi penyelamatan. Dengan dukungan data teknis dari BMKG, tim SAR dapat memetakan potensi risiko lebih dini.

“Dalam operasi SAR, cuaca adalah faktor penentu yang sangat krusial. Dengan dukungan data teknis dari BMKG, kami bisa memetakan risiko di lapangan lebih dini. Hal ini tidak hanya mempercepat penemuan korban, tapi juga menjamin keselamatan personel tim rescue saat bertugas di kondisi ekstrem,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Kelas III Banyuwangi, Dwi Hartanto, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyediakan informasi cuaca secara detail dan spesifik di lokasi kejadian.

“Kami siap memberikan dukungan penuh berupa informasi prakiraan cuaca, tinggi gelombang, hingga kecepatan angin secara spesifik di lokasi kejadian. Integrasi data ini sangat penting agar setiap keputusan operasi yang diambil Basarnas memiliki dasar ilmiah yang akurat,” katanya.

Dukungan juga datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi. Perwakilan BPBD, Dadang, menilai sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam sistem manajemen bencana modern.

“Sinergi antar lembaga seperti ini adalah kunci dalam manajemen bencana yang modern. Banyuwangi dengan karakteristik geografis yang lengkap—mulai dari gunung hingga selat—memang membutuhkan integrasi data cuaca dalam setiap pergerakan tim evakuasi,” jelasnya.

Langkah ini menandai transformasi operasi kemanusiaan menuju sistem berbasis data digital yang lebih presisi, sekaligus mengurangi unsur spekulatif di lapangan.

Dengan karakteristik perairan Selat Bali yang dikenal memiliki arus kuat dan perubahan cuaca yang cepat, kolaborasi ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk menekan angka kecelakaan laut.

Selain itu, akurasi data cuaca memungkinkan tim SAR menentukan “golden hour” atau waktu paling efektif dalam melakukan pencarian sebelum kondisi cuaca memburuk.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem keselamatan publik di Banyuwangi. Operasi SAR berbasis data cuaca tak hanya meningkatkan efektivitas penyelamatan, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi para personel yang berada di garis depan misi kemanusiaan.

Facebook Comments Box

Penulis : Aldi Santoso

Editor : Novita

Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara
Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita
Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa
KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Diduga Terkait Suap Proyek
Prabowo Minta Polri Jaga Kepercayaan Rakyat dan Terus Berbenah
Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:59 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:57 WIB

Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:17 WIB

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:09 WIB

BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 04:18 WIB

KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Diduga Terkait Suap Proyek

Berita Terbaru