BANYUWANGI – Antusiasme demokrasi warga Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, terlihat dalam pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebanyak 10 kandidat resmi bersaing memperebutkan kursi keterwakilan masyarakat, dengan proses yang berlangsung dinamis dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen perangkat desa, mulai tingkat RT, RW, hingga Kepala Dusun.
Panitia Pemilihan BPD Sumbersari, Anas Arif, menegaskan seluruh tahapan pemilihan dijalankan secara transparan dan sesuai aturan.
“Kami memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan transparan dan sesuai aturan. Kehadiran 10 calon ini menunjukkan tingginya kepedulian warga untuk ikut membangun desa. Keterlibatan RT, RW, dan Kepala Dusun sangat krusial untuk menjaga akuntabilitas hasil pemilihan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Hal senada disampaikan Sugeng, Ketua RT 02 Desa Sumbersari. Ia berharap anggota BPD terpilih mampu menjadi representasi aspirasi warga di tingkat bawah.
“Kami berharap anggota BPD yang terpilih nanti benar-benar figur yang vokal dan peduli terhadap aspirasi lingkungan. Kami membutuhkan mitra kerja di desa yang mampu menjembatani kebutuhan warga secara nyata dalam program pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumbersari, Khamdan, menilai sinergi antara pemerintah desa dan BPD menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan desa.
“Sinergi antara Pemerintah Desa dan BPD sangat menentukan kemajuan desa. Saya bangga melihat partisipasi perangkat lingkungan yang kompak mengawal proses ini agar terpilih wakil masyarakat yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi,” ungkapnya.
Pelibatan langsung Ketua RT dan RW dalam proses pemilihan menunjukkan bahwa legitimasi demokrasi dibangun dari tingkat paling bawah. Di sisi lain, panitia memastikan kompetisi antar kandidat berlangsung sehat tanpa intervensi pihak tertentu.
Banyaknya jumlah kandidat juga mencerminkan meningkatnya kesadaran politik warga serta tumbuhnya regenerasi kepemimpinan di Desa Sumbersari.
Pemilihan BPD ini dinilai menjadi contoh praktik demokrasi desa yang partisipatif. Dengan keterlibatan penuh dari unsur RT, RW, hingga Kepala Dusun, diharapkan anggota BPD terpilih mampu menjalankan fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi secara maksimal, demi mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan inovatif.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





