Slamet Ariyadi: Negara Harus Jamin Perlindungan Prajurit TNI di Zona Konflik

- Admin

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Operasi perdamaian di wilayah konflik aktif dinilai memiliki tingkat risiko tinggi dan bersifat sangat dinamis. Hal ini menyusul gugurnya tiga prajurit TNI serta lima lainnya mengalami luka saat menjalankan misi perdamaian dunia.

Insiden tersebut terjadi dalam penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026).

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, mengatakan dua insiden yang terjadi dalam waktu berdekatan menunjukkan adanya pola ancaman berlapis terhadap pasukan penjaga perdamaian.

“Dua insiden terpisah dalam waktu singkat mengindikasikan adanya peningkatan kerentanan pasukan, terutama di tengah eskalasi konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon,” ujar Slamet, Rabu (1/4/2026).

Ia menilai kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ruang operasi misi perdamaian kini semakin terpapar risiko, baik langsung maupun tidak langsung. Karena itu, diperlukan penguatan sistem perlindungan serta mitigasi risiko yang lebih adaptif.

Dari sisi hukum dan diplomasi, Slamet menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagaimana diatur dalam hukum humaniter internasional. Selain itu, ia juga mendorong penguatan kebijakan nasional terkait penugasan TNI di luar negeri.

Menurutnya, langkah pemerintah yang mendorong investigasi bersama UNIFIL serta wacana mitigasi risiko, termasuk opsi penarikan pasukan, menunjukkan perlunya keseimbangan antara komitmen internasional dan keselamatan personel.

“Negara harus memberikan penghormatan serta jaminan perlindungan sosial kepada prajurit yang gugur maupun terluka sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional,” tegasnya.

Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sementara lima prajurit yang mengalami luka-luka yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

PAN Dilantik, Bidik Tiga Besar Kekuatan Politik di Banyuwangi
DPD PAN Banyuwangi Resmi Dilantik, Konsolidasi Kekuatan Menuju Target Naik Kelas 2029
Sinergi Pemikiran Dr Evi Lestari dan Indriato Puji Utomo Mengalir di Perjalanan KA Logawa
Fauzi Targetkan 15 Kursi, Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal
Antusiasme Warga Tinggi 10 Calon Rebut Kursi BPD Sumbersari
Michael Edy Hariyanto Kritik Belanja Pegawai Tinggi DPRD Desak Reformasi Anggaran
PDIP Jatim Tekankan Arah Perjuangan dan Sikap di Era Post-Truth saat Halalbihalal
Aksi di Kantor Golkar dan PKB, Mahasiswa Sumenep Tolak Pilkada Tak Langsung

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 08:51 WIB

PAN Dilantik, Bidik Tiga Besar Kekuatan Politik di Banyuwangi

Senin, 11 Mei 2026 - 03:33 WIB

DPD PAN Banyuwangi Resmi Dilantik, Konsolidasi Kekuatan Menuju Target Naik Kelas 2029

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:13 WIB

Sinergi Pemikiran Dr Evi Lestari dan Indriato Puji Utomo Mengalir di Perjalanan KA Logawa

Minggu, 26 April 2026 - 17:34 WIB

Fauzi Targetkan 15 Kursi, Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal

Selasa, 14 April 2026 - 14:23 WIB

Antusiasme Warga Tinggi 10 Calon Rebut Kursi BPD Sumbersari

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB