Michael Edy Hariyanto Kritik Belanja Pegawai Tinggi DPRD Desak Reformasi Anggaran

- Admin

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi memberikan rapor merah terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai belum ideal. Sorotan utama tertuju pada alokasi belanja pegawai yang mencapai 39 persen, angka yang dinilai terlalu dominan dan berpotensi menggerus anggaran pembangunan serta pelayanan publik.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menegaskan bahwa kondisi tersebut harus segera dibenahi oleh pemerintah daerah.

“Angka 39% untuk belanja pegawai ini sudah sangat tinggi dan mendekati ambang batas. Kami mendesak Pemkab Banyuwangi untuk segera berbenah dan melakukan efisiensi. Jangan sampai anggaran kita habis hanya untuk urusan birokrasi, sementara jalan-jalan di pelosok desa masih banyak yang membutuhkan perbaikan mendesak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi lainnya, Ruliyono. Ia menekankan pentingnya keberpihakan anggaran kepada masyarakat.

“Struktur APBD harus berpihak pada rakyat (pro-rakyat). Kami meminta eksekutif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan personel dan pengisian jabatan agar beban belanja pegawai bisa ditekan, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur bisa lebih longgar,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Drs. Guntur Priambodo, menyatakan bahwa pihaknya menerima masukan dari legislatif sebagai bahan evaluasi.

“Kami menerima masukan dari legislatif sebagai bahan evaluasi. Pemkab terus berupaya melakukan rasionalisasi dan digitalisasi birokrasi guna meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dominasi belanja pegawai yang hampir menyentuh angka 40 persen mencerminkan semakin sempitnya ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai program-program strategis non-rutin. Kondisi ini dinilai menjadi alarm bagi perlunya reformasi birokrasi yang lebih mendalam.

Selain itu, DPRD juga menyoroti perlunya peninjauan ulang terhadap rekrutmen tenaga honorer atau tenaga harian lepas (THL) yang dinilai turut membebani kas daerah.

Legislatif menekankan bahwa sinkronisasi antara visi pembangunan daerah dan distribusi anggaran harus dijaga agar lebih proporsional. Kritik ini sekaligus menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk segera melakukan restrukturisasi anggaran secara menyeluruh.

Ke depan, keseimbangan antara kesejahteraan aparatur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur, akan menjadi ujian utama dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Facebook Comments Box

Penulis : Aldi Santoso

Editor : Novita

Berita Terkait

PAN Dilantik, Bidik Tiga Besar Kekuatan Politik di Banyuwangi
DPD PAN Banyuwangi Resmi Dilantik, Konsolidasi Kekuatan Menuju Target Naik Kelas 2029
Sinergi Pemikiran Dr Evi Lestari dan Indriato Puji Utomo Mengalir di Perjalanan KA Logawa
Fauzi Targetkan 15 Kursi, Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal
Antusiasme Warga Tinggi 10 Calon Rebut Kursi BPD Sumbersari
PDIP Jatim Tekankan Arah Perjuangan dan Sikap di Era Post-Truth saat Halalbihalal
Slamet Ariyadi: Negara Harus Jamin Perlindungan Prajurit TNI di Zona Konflik
Aksi di Kantor Golkar dan PKB, Mahasiswa Sumenep Tolak Pilkada Tak Langsung

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 08:51 WIB

PAN Dilantik, Bidik Tiga Besar Kekuatan Politik di Banyuwangi

Senin, 11 Mei 2026 - 03:33 WIB

DPD PAN Banyuwangi Resmi Dilantik, Konsolidasi Kekuatan Menuju Target Naik Kelas 2029

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:13 WIB

Sinergi Pemikiran Dr Evi Lestari dan Indriato Puji Utomo Mengalir di Perjalanan KA Logawa

Minggu, 26 April 2026 - 17:34 WIB

Fauzi Targetkan 15 Kursi, Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal

Selasa, 14 April 2026 - 14:23 WIB

Antusiasme Warga Tinggi 10 Calon Rebut Kursi BPD Sumbersari

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB