PDIP Jatim Tekankan Arah Perjuangan dan Sikap di Era Post-Truth saat Halalbihalal

- Admin

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menggelar Halalbihalal di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (12/4/2026), sebagai momentum silaturahmi Lebaran sekaligus penguatan arah perjuangan partai ke depan.

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, dalam sambutannya menegaskan dua hal penting yang harus menjadi perhatian kader. Pertama, menyangkut jati diri dan arah perjuangan PDIP di Jawa Timur.

“Saya hanya ingin menyampaikan dua hal pada bulan Syawal ini. Pertama, siapa kita di Jawa Timur, untuk apa kita di Jawa Timur, bagaimana keberadaan kita, dan bagaimana perjuangan ke depan yang ingin kita capai,” ujar Said.

Menurutnya, kader PDIP harus memiliki kesadaran kolektif tentang peran dan tujuan politik, terutama dalam menjawab persoalan masyarakat di Jawa Timur.

Selain itu, Said juga menyoroti tantangan besar di era digital saat ini, khususnya fenomena post-truth yang membuat batas antara kebenaran dan kebohongan semakin kabur.

“Kita tidak bisa menghindari kemajuan, tapi juga harus waspada. Hari ini kita diserbu informasi, terjadi ledakan dan disrupsi informasi, sehingga kepalsuan muncul di mana-mana, terutama di media sosial,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa setiap individu kini bisa menjadi sumber informasi, namun tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, kader PDIP diminta untuk tetap jernih dalam menyikapi arus informasi.

Dalam konteks tersebut, Said menilai tradisi Halalbihalal memiliki makna penting sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan pandangan di tengah derasnya informasi yang berpotensi menyesatkan.

“Halalbihalal ini tradisi yang sangat baik. Kita tunaikan setiap bulan Syawal, dan ini perlu kita jaga di tengah budaya kepalsuan yang semakin meluas,” tegasnya.

Ia juga menyinggung fenomena di era media sosial, di mana sesuatu yang tampak asli bisa jadi palsu, sementara yang palsu justru dianggap benar. Kondisi ini, kata dia, memperlihatkan betapa masyarakat saat ini berada dalam situasi yang sulit membedakan antara fakta dan manipulasi.

“Kita semakin sulit membedakan mana yang benar dan salah, mana kejujuran dan mana kebohongan. Karena itu, mari kita jaga tradisi Halalbihalal sebagai ruang untuk kembali pada kejujuran dan ketulusan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Jabir

Editor : Novita

Berita Terkait

Fauzi Targetkan 15 Kursi, Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal
Antusiasme Warga Tinggi 10 Calon Rebut Kursi BPD Sumbersari
Michael Edy Hariyanto Kritik Belanja Pegawai Tinggi DPRD Desak Reformasi Anggaran
Slamet Ariyadi: Negara Harus Jamin Perlindungan Prajurit TNI di Zona Konflik
Aksi di Kantor Golkar dan PKB, Mahasiswa Sumenep Tolak Pilkada Tak Langsung
Kaesang Klaim Struktur PSI Jatim Lebih Solid
Catatan Akhir Tahun ForDESI: Pilkada DPRD Ancam Partisipasi Publik
Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep, Said Abdullah Ingatkan Bahaya Perpecahan

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 17:34 WIB

Fauzi Targetkan 15 Kursi, Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal

Selasa, 14 April 2026 - 14:23 WIB

Antusiasme Warga Tinggi 10 Calon Rebut Kursi BPD Sumbersari

Selasa, 14 April 2026 - 10:26 WIB

Michael Edy Hariyanto Kritik Belanja Pegawai Tinggi DPRD Desak Reformasi Anggaran

Minggu, 12 April 2026 - 17:07 WIB

PDIP Jatim Tekankan Arah Perjuangan dan Sikap di Era Post-Truth saat Halalbihalal

Rabu, 1 April 2026 - 14:25 WIB

Slamet Ariyadi: Negara Harus Jamin Perlindungan Prajurit TNI di Zona Konflik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Purbaya Pastikan Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:35 WIB