Zulkifli Hasan Tegas: 2.162 SPPG Bermasalah di Program MBG Disanksi

- Admin

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengambil langkah tegas terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai ketentuan. Salah satunya dengan memberikan sanksi administratif hingga pemberhentian sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar operasional.

Hingga 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.162 SPPG dikenai sanksi. Dari jumlah tersebut, 1.789 dapur dihentikan sementara (suspend), 368 mendapat peringatan pertama (SP1), dan lima lainnya dikenai peringatan kedua (SP2).

Zulkifli Hasan—yang akrab disapa Zulhas—menyebut sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan standar kebersihan dan kelayakan distribusi makanan. Selain itu, ditemukan pula ketidaksesuaian pada fasilitas pendukung, seperti instalasi pengolahan limbah serta kualitas menu yang disalurkan kepada penerima manfaat.

“Sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 dikenai sanksi. Ini terus bergerak karena kita ingin memastikan semuanya tertib,” ujar Zulhas di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan, dapur yang disuspend masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan. Namun, apabila tidak memenuhi ketentuan, pemerintah tidak segan untuk melakukan penutupan permanen.

“Yang di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, ya kita tutup,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyesuaian mekanisme distribusi program. Penyaluran MBG bagi siswa sekolah kini difokuskan hanya pada hari aktif belajar, yakni lima hari dalam sepekan.

“Kalau sebelumnya enam hari, termasuk hari libur, ternyata kurang efektif. Maka kita putuskan hanya hari sekolah, lima hari,” jelasnya.

Kebijakan ini diambil setelah hasil evaluasi menunjukkan distribusi pada hari libur tidak berjalan optimal. Meski demikian, pemerintah tetap membuka kemungkinan penyesuaian khusus di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.

Sementara itu, penyaluran MBG bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap berjalan normal. Pemerintah juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan standar gizi terpenuhi.

Secara keseluruhan, program MBG disebut menunjukkan progres positif. Namun, distribusi ke pesantren masih perlu dipercepat. Pemerintah menargetkan pelaksanaan program dapat berjalan optimal sebelum akhir tahun.

Saat ini, program MBG telah didukung oleh 26.066 SPPG yang beroperasi dan menjangkau sekitar 61,68 juta penerima manfaat di seluruh provinsi di Indonesia.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Prabowo Optimistis Sekolah Rakyat Mampu Angkat Derajat Keluarga Miskin
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pemerintah Hormati Proses Hukum Wamen Imipas dan Eks Pimpinan BGN
Pesan “Hadiah Indah” di Unggahan Sony Sanjaya Picu Spekulasi Warganet
Penggeledahan Kejagung di BGN Jadi Sorotan Usai Pergantian Kepala Badan
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Kepala Baru
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan
Pemerintah Percepat Rehab, Rekon Pascabencana, Anggarkan Rp100,1 Triliun hingga 2028

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:41 WIB

Prabowo Optimistis Sekolah Rakyat Mampu Angkat Derajat Keluarga Miskin

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:24 WIB

Pemerintah Hormati Proses Hukum Wamen Imipas dan Eks Pimpinan BGN

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:06 WIB

Pesan “Hadiah Indah” di Unggahan Sony Sanjaya Picu Spekulasi Warganet

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:51 WIB

Penggeledahan Kejagung di BGN Jadi Sorotan Usai Pergantian Kepala Badan

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB