Banyuwangi – Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, membludak pada Minggu (29/3/2026). Lonjakan penumpang didominasi pemudik sepeda motor dan mobil pribadi yang memadati area pelabuhan sejak pagi hari.
Pantauan di lokasi, sejak pukul 08.00 WIB, ratusan pemudik sepeda motor terus berdatangan dari dua arah, yakni selatan (Jember–Banyuwangi) dan utara (Situbondo–Banyuwangi). Kepadatan terlihat di pintu perlintasan otomatis sepeda motor yang dipenuhi antrean panjang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya kendaraan roda dua, mobil pribadi juga tampak memadati area parkir utama hingga jalur masuk dermaga pelabuhan, menyebabkan antrean mengular.
Salah seorang pemudik asal Kabupaten Lumajang, Sri Rahayu, mengaku memilih kembali ke Bali pada hari ini karena harus kembali beraktivitas.
“Saya memilih kembali ke Bali hari ini karena besok anak sudah masuk sekolah dan saya juga harus bekerja,” ujarnya.
Sri mengungkapkan, dirinya membutuhkan waktu hampir dua jam untuk mencapai area parkir pelabuhan dari pertigaan SPBU Farly Ketapang yang berjarak sekitar 1,2 kilometer. Ia juga diarahkan memutar melalui jalan lingkar guna menghindari kemacetan di jalur utama.
“Kami diminta memutar lewat jalan lingkar agar tidak terjebak macet di jalan arteri depan pintu masuk pelabuhan,” katanya.
Di tengah kepadatan tersebut, petugas kesehatan bersama aparat TNI sigap memberikan pertolongan kepada seorang pemudik asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi, yang nyaris pingsan saat mengantre di area parkir. Korban segera dievakuasi ke posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, sejak Minggu dini hari, ratusan truk logistik sempat tertahan dan mengantre hingga 12 jam untuk menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, antrean panjang truk mulai terurai dan proses penyeberangan kembali berjalan bertahap.
Kepadatan arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan seiring tingginya mobilitas masyarakat pascalibur Lebaran. (*)





