Terdakwa Kasus Pembunuhan Indramayu Sebut Pelaku Lain Klaim Bukan Pelaku Utama

- Admin

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU – Fakta baru mencuat dalam sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, setelah terdakwa Ririn Rifanto berontak dan menyebut adanya nama-nama lain yang diduga terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut.

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (29/4/2026), Ririn secara terbuka menolak tuduhan sebagai pelaku utama. Ia bahkan menyebut empat nama yang menurutnya terlibat dalam pembunuhan.

“Saya bukan pelaku pembunuhan. Pelakunya Aman Yani, Hardi, Yoga, sama Joko,” teriak Ririn saat digiring keluar ruang sidang.

Pernyataan itu memperkuat dugaan dari pihak kuasa hukum bahwa kasus ini belum sepenuhnya terungkap dan berpotensi melibatkan pelaku lain di luar dua terdakwa yang saat ini diadili, yakni Ririn dan Priyo Bagus Setiawan.

Kuasa hukum Ririn, Toni RM, menegaskan bahwa pihaknya melihat adanya indikasi kuat keterlibatan pihak lain. Ia menyebut, keterangan saksi kunci sangat penting untuk membuka kemungkinan tersebut.

Menurut Toni, sosok Priyo justru menjadi kunci untuk mengungkap apakah ada pelaku tambahan dalam kasus ini.

“Priyo itu yang tahu kejadian sebenarnya. Kalau dia dihadirkan, bisa terbuka apakah ada pelaku lain,” ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa kliennya tidak berada di lokasi kejadian saat pembunuhan berlangsung. Ririn, kata dia, justru diajak keluar oleh salah satu nama yang disebutkan sebelum peristiwa terjadi.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa ada peran pihak lain dalam kasus tersebut yang belum terungkap di persidangan.

Selain itu, Ririn juga mengaku dipaksa mengaku sebagai pelaku melalui tindakan kekerasan saat proses pemeriksaan.

Ia menyebut mengalami penyiksaan hingga kakinya patah.

“Karena disuruh mengakui, yang matahin kepolisian,” kata Ririn.

Kuasa hukum menilai, jika dugaan ini benar, maka tidak menutup kemungkinan terjadi kekeliruan dalam penetapan tersangka, sekaligus menutupi peran pihak lain.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap pada posisi bahwa persidangan difokuskan pada dua terdakwa. Priyo tidak dihadirkan sebagai saksi karena bukan saksi mahkota dan berkas perkara terpisah.

Sementara itu, Dalam kutipan Kompas Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa penyidikan telah menetapkan dua pelaku dalam kasus ini.

Menurutnya, klaim Ririn di persidangan merupakan bagian dari strategi pembelaan.

“Silakan saja, masyarakat bisa menilai. Kami lebih bersimpati kepada keluarga korban,” ujarnya.

Kasus ini menewaskan lima orang dalam satu keluarga di Jalan Siliwangi, Paoman, Indramayu, pada 28 Agustus 2025.

Korban terdiri dari H Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), seorang anak berusia 7 tahun, serta bayi berusia 8 bulan.

Jenazah para korban ditemukan beberapa hari kemudian setelah warga mencium bau menyengat dari dalam rumah.

Polisi menangkap Ririn dan Priyo pada 8 September 2025, dan hingga kini proses hukum masih berjalan.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara
Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita
Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Residivis di Sampang Bacok Paman dan Adik Kandung, Dua Korban Luka Parah
BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa
KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Diduga Terkait Suap Proyek
Prabowo Minta Polri Jaga Kepercayaan Rakyat dan Terus Berbenah
Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:59 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:57 WIB

Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:17 WIB

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:13 WIB

Residivis di Sampang Bacok Paman dan Adik Kandung, Dua Korban Luka Parah

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:09 WIB

BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa

Berita Terbaru