SURABAYA – Seorang pemuda berinisial TJK (18), warga Manukan, Surabaya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD dr Soetomo. Korban diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh empat adik kelasnya.
Korban menghembuskan napas terakhir pada Kamis (4/6/2026) akibat luka serius yang dideritanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, TJK mengalami gegar otak, patah tulang, serta pecah tempurung kepala akibat dugaan penganiayaan tersebut.
Menurut keterangan seorang sumber bernama Rini, peristiwa itu diduga bermula dari persoalan peminjaman sandal yang berujung perselisihan antara korban dan salah satu terduga pelaku yang masih berstatus siswa SMAN 11 Surabaya.
“Korban meminjam sandal milik temannya. Saat dikembalikan, temannya tidak terima karena merasa sandal tersebut ditukar dengan barang yang bukan asli,” ujarnya.
Perselisihan itu kemudian diduga berkembang menjadi aksi pengeroyokan. Teman korban disebut memanggil tiga rekannya sebelum akhirnya terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka berat.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis. Korban bahkan sempat menjalani operasi akibat cedera yang dialaminya.
“Korban mengalami patah tulang dan sempat menjalani operasi. Namun pada Kamis pagi korban dinyatakan meninggal dunia,” kata sumber tersebut.
Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyato membenarkan bahwa para pelaku telah diamankan.
“Sudah,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto menambahkan bahwa keempat terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Resmob Polrestabes Surabaya.
“Sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” katanya.
Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi kejadian serta motif pasti yang melatarbelakangi dugaan pengeroyokan tersebut.
Penulis : Ali jabir
Editor : Novita






