Surabaya – Puluhan biduan dangdut yang diduga menjadi korban arisan bodong melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Senin (18/5).
Para korban datang secara bergantian. Sekitar 30 orang berkumpul di Mapolrestabes Surabaya, sementara sebagian lainnya masuk ke ruang SPKT sebagai perwakilan pelapor terhadap perempuan berinisial NS alias Amanda.
Salah satu korban, Dhea Bonita, mengatakan laporan dibuat karena terlapor diduga ingkar janji setelah sebelumnya menyatakan siap bertanggung jawab.
“Waktu ada pertemuan dengan keluarganya dan beberapa korban, keluarganya menjanjikan dua minggu bahwa NS mau bertanggung jawab. Tetapi sebelum dua minggu, NS ini sudah tidak ada, hilang dan tidak ada kabar,” ujar Dhea.
Sebelumnya, puluhan biduan dari berbagai grup orkestra juga sempat mendatangi rumah dinas Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, di Jalan Walikota Mustajab, Selasa (12/5). Mereka meminta pendampingan hukum terkait dugaan penipuan arisan bodong dengan total kerugian mencapai Rp1,8 miliar.
Diketahui, sebanyak tujuh orang perwakilan dari total 84 korban datang untuk meminta pengawalan kasus. Mayoritas korban merupakan warga Surabaya.
Dhea mengaku mengalami kerugian hingga Rp40 juta. Ia menyebut setoran dilakukan secara bertahap mulai Rp1 juta dengan iming-iming keuntungan berlipat dalam waktu singkat.
“Awalnya setor Rp1 juta, Rp1 juta, lalu dijanjikan keuntungan mulai Rp1,15 juta sampai Rp1,2 juta,” katanya.
Penulis : Rudi





