Banyuwangi – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Banyuwangi mengakibatkan debit air sungai meluap dan menghantam pondasi jembatan. Akibatnya, Jembatan Tapansari di Dusun Tapansari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring dilaporkan ambrol total.
Peristiwa tersebut memutus jalur transportasi utama yang selama ini menjadi penghubung vital antarwilayah. Warga dari tiga desa terdampak—Sraten, Sarimulyo, dan Cluring—kini harus menghadapi lumpuhnya mobilitas, baik untuk aktivitas ekonomi maupun pendidikan.
Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah bergerak cepat merespons kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami telah menginstruksikan Dinas PU Pengairan dan Dinas PU Cipta Karya untuk segera melakukan asesmen di lokasi. Jembatan ini adalah urat nadi warga di tiga desa. Prioritas kami adalah memastikan adanya akses darurat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total sambil merencanakan perbaikan permanen secepat mungkin,” ujarnya.
Senada dengan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Drs. Guntur Priambodo, menyebut bahwa kerusakan jembatan murni disebabkan faktor alam.
“Kondisi ambrolnya jembatan ini memang akibat terjangan arus sungai yang sangat kuat. Kami akan segera berkoordinasi untuk pengalokasian anggaran kedaruratan guna menangani kerusakan ini agar konektivitas antarwilayah di Cluring kembali pulih,” jelasnya.
Jembatan Tapansari selama ini bukan sekadar penghubung antar-dusun, melainkan jalur ekonomi strategis yang menopang distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan warga. Terputusnya akses ini berdampak langsung pada peningkatan biaya transportasi dan terhambatnya distribusi logistik.
Selain itu, warga juga dihadapkan pada risiko keselamatan jika terpaksa menggunakan jalur alternatif yang tidak memadai. Kondisi ini mempertegas urgensi penanganan cepat dari pemerintah daerah.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan penting akan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan infrastruktur jembatan lama di Banyuwangi, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem dan peningkatan debit air sungai yang kian tidak menentu.
Ambrolnya Jembatan Tapansari kini berstatus darurat. Pemulihan akses tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat di tiga desa. Sinergi antara pemerintah dan warga diharapkan mampu mempercepat realisasi solusi, baik jangka pendek melalui akses darurat maupun jangka panjang lewat pembangunan jembatan yang lebih tangguh.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





