Banyuwangi – Akses utama yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, tepatnya di kawasan Gunung Gumitir, saat ini berada dalam pengawasan ketat petugas. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut memicu dua insiden krusial di lokasi berdekatan, yakni tanah longsor dan amblasnya badan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Tanah longsor sempat menutup sebagian badan jalan. Namun, tim reaksi cepat segera bergerak melakukan pembersihan material agar arus lalu lintas tidak terputus total. Sementara di titik lain, bahu jalan dilaporkan amblas dengan kedalaman cukup signifikan.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, petugas kepolisian bersama relawan memasang garis polisi serta rambu peringatan di sekitar lokasi terdampak. Sistem buka-tutup arus kendaraan pun diberlakukan secara bergantian guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Kalibaru, AKP Kaswan, menegaskan pihaknya telah menerjunkan personel untuk bersiaga penuh di jalur tersebut.
“Kami fokus pada percepatan pembersihan material longsor serta pengamanan di titik jalan yang amblas. Kami mengimbau pengendara, khususnya kendaraan berat, agar lebih waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, relawan Jalur Gumitir, Agung Subastian, menyampaikan bahwa sinergi antara relawan dan aparat kepolisian telah dilakukan sejak dini hari.
“Kami membantu pengaturan lalu lintas dan memastikan tanda peringatan terlihat jelas, terutama saat hujan atau malam hari ketika jarak pandang terbatas,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, menyebut kondisi tanah di kawasan Gumitir saat ini cukup labil akibat tingginya intensitas hujan.
“Kami terus berkoordinasi untuk langkah perbaikan permanen. Namun, prioritas saat ini adalah penanganan darurat agar jalur logistik dan transportasi tetap berjalan meski melambat,” jelasnya.
Berkat kesiapsiagaan petugas dan relawan, jalur Gumitir masih dapat dilalui meskipun terdapat titik longsor dan kerusakan jalan. Masyarakat diimbau untuk bersabar saat melintasi area buka-tutup serta memantau informasi terkini guna menghindari kepadatan arus lalu lintas.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





