Kecelakaan Kereta Bekasi Operasi Evakuasi Rampung, Jalur Mulai Dinormalisasi

- Admin

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Muhammad Syafii, memastikan proses evakuasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur berjalan lancar dan rampung dalam waktu 12 jam.

Tim gabungan berhasil menyelamatkan lima korban terakhir yang sebelumnya terjepit di bawah material rangkaian kereta.

“Saya pastikan bahwa sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, jika ditemukan sekecil apa pun bagian tubuh korban, tentu akan kami tangani sesuai prosedur,” ujarnya kepada awak media, Selasa (28/4/2026).

Syafii menjelaskan, proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara bersamaan, terutama pada bagian lokomotif. Hal itu karena terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus melalui teknik ekstrikasi.

“Saat itu ada lima korban dalam kondisi terjepit sehingga harus dilakukan ekstrikasi agar bisa diselamatkan tanpa menimbulkan dampak yang lebih berat,” jelasnya.

Ekstrikasi merupakan teknik penyelamatan dengan metode pemotongan (cutting) dan pengangkatan (lifting) material untuk membebaskan korban dari himpitan logam.

Saat ini, proses penarikan sisa rangkaian kereta masih berlangsung di jalur rel. Jalur hilir telah dibuka, namun perjalanan kereta jarak jauh masih mengalami gangguan.

Tercatat sebanyak 25 jadwal perjalanan kereta tertunda, sementara 27 kereta api jarak jauh batal berangkat akibat proses normalisasi jalur.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga dikabarkan akan melakukan pengembalian dana bagi calon penumpang yang terdampak.

Untuk penanganan lanjutan, posko tanggap darurat akan disiagakan selama 14 hari di Bekasi dan Stasiun Gambir. Selain itu, layanan call center 121 dibuka untuk memberikan informasi kepada keluarga korban.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan proses investigasi penyebab kecelakaan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami tidak ingin menduga-duga karena investigasi harus sesuai prosedur,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Kukuhkan Tim Ahli Cagar Budaya, Perkuat Pelestarian Sejarah Daerah
Terdakwa Kasus Pembunuhan Indramayu Sebut Pelaku Lain Klaim Bukan Pelaku Utama
Bareskrim Bongkar Modus Haji Ilegal Gunakan Visa Kerja
Kasus Daycare Yogyakarta: KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Terstruktur, 13 Orang Jadi Tersangka
Tragedi Kemanusiaan di Banyuwangi, Konflik Rumah Tangga Berujung Insiden Tragis
Akses Lumpuh, Jembatan Tapansari di Cluring Ambrol Diterjang Banjir
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Kader Diminta Tetap Tenang
Jalur Gumitir Siaga – Longsor dan Jalan Amblas, Arus Lalu Lintas Buka Tutup

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB

Pemkab Sumenep Kukuhkan Tim Ahli Cagar Budaya, Perkuat Pelestarian Sejarah Daerah

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

Terdakwa Kasus Pembunuhan Indramayu Sebut Pelaku Lain Klaim Bukan Pelaku Utama

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Bareskrim Bongkar Modus Haji Ilegal Gunakan Visa Kerja

Selasa, 28 April 2026 - 07:39 WIB

Kecelakaan Kereta Bekasi Operasi Evakuasi Rampung, Jalur Mulai Dinormalisasi

Minggu, 26 April 2026 - 15:58 WIB

Kasus Daycare Yogyakarta: KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Terstruktur, 13 Orang Jadi Tersangka

Berita Terbaru

Pemerintahan

Purbaya Pastikan Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:35 WIB