Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo

- Admin

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan tunjangan guru telah mengalami kenaikan pada 2026. Kebijakan tersebut disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Abdul Mu’ti menjelaskan, kenaikan tunjangan berlaku bagi guru non-ASN maupun guru ASN. Untuk guru non-ASN, tunjangan yang sebelumnya sebesar Rp1,5 juta per bulan naik menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok.

Selain menaikkan tunjangan, pemerintah juga menerapkan sistem penyaluran langsung ke rekening guru. Melalui mekanisme tersebut, gaji dan tunjangan diharapkan dapat diterima setiap bulan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan.

Menurut Mu’ti, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Pemerintah ingin memastikan guru mendapatkan dukungan yang memadai agar dapat menjalankan tugas pendidikan secara optimal.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Salah satunya melalui program beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Diploma IV (D4) atau Strata 1 (S1).

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan beasiswa untuk 150.000 guru. Program tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya dengan nilai bantuan sebesar Rp3 juta per semester untuk setiap penerima.

“Sekarang masih proses pendaftaran. Karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini,” ujar Mu’ti.

Ia menambahkan, program beasiswa tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan mereka melalui kesempatan memperoleh kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Mu’ti juga mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri wisuda guru penerima beasiswa S1. Sebanyak 12.500 guru dijadwalkan mengikuti wisuda sebagai bagian dari program beasiswa tahun 2025.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Tertekan Gejolak Global
QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi
Prabowo Optimistis Sekolah Rakyat Mampu Angkat Derajat Keluarga Miskin
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pemerintah Hormati Proses Hukum Wamen Imipas dan Eks Pimpinan BGN
Zainal Abidin Raih Juara 2 O2SN Bulu Tangkis, SDN Candi I Perkuat Tradisi Prestasi
Pesan “Hadiah Indah” di Unggahan Sony Sanjaya Picu Spekulasi Warganet
Penggeledahan Kejagung di BGN Jadi Sorotan Usai Pergantian Kepala Badan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:27 WIB

Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:12 WIB

QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:41 WIB

Prabowo Optimistis Sekolah Rakyat Mampu Angkat Derajat Keluarga Miskin

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:24 WIB

Pemerintah Hormati Proses Hukum Wamen Imipas dan Eks Pimpinan BGN

Berita Terbaru