Sumenep – Tim bola voli Arya Wiraraja Universitas Wiraraja (Unija) membuka langkah di ajang PBVSI Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Bertanding di Protec Stadium, Ambunten, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (15/7/2026), Unija sukses menumbangkan tim unggulan Plasindo dengan skor telak 2-0.
Hasil tersebut sekaligus menjawab keraguan publik terhadap kekuatan Unija setelah ditinggal sejumlah pemain andalannya yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Meski tampil dengan mayoritas pemain muda, tim berjuluk Arya Wiraraja mampu menunjukkan permainan disiplin, solid, dan penuh percaya diri saat menghadapi Plasindo yang diperkuat pemain-pemain senior berpengalaman.
Plasindo sendiri dikenal sebagai salah satu kekuatan utama bola voli Sumenep sekaligus tim kebanggaan masyarakat Batang-Batang yang didukung pengusaha tambak udang. Namun pengalaman lawan tak mampu membendung semangat dan determinasi para pemain muda Unija.
Pembina Tim Arya Wiraraja Unija, Dr. Zein, mengatakan sejak awal PBVSI Cup 2026 memang dijadikan sebagai momentum untuk mengorbitkan generasi baru atlet voli binaan kampus.
“Sejak awal kami memang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun regenerasi. Pemain-pemain senior telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Kini saatnya memberikan ruang kepada talenta-talenta muda untuk berkembang. Alhamdulillah, mereka mampu menjawab kepercayaan itu dengan penampilan yang luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, kemenangan atas Plasindo menjadi bukti bahwa sistem pembinaan atlet yang dijalankan Unija mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas tanpa bergantung pada satu generasi.
Pelatih Habib Rahman turut mengapresiasi mental bertanding anak asuhnya yang dinilai tampil matang meski menghadapi lawan dengan jam terbang lebih tinggi.
“Anak-anak bermain disiplin, berani, dan menjalankan strategi dengan baik. Mereka tidak gentar menghadapi pemain-pemain senior. Kemenangan ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka menghadapi pertandingan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Manajer Tim Isyanto menegaskan regenerasi merupakan bagian dari visi jangka panjang Unija dalam membangun prestasi olahraga yang berkelanjutan.
“Kami memang sengaja memberi kesempatan lebih besar kepada pemain muda. Regenerasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar Unija tidak bergantung pada satu generasi saja. Hari ini mereka membuktikan bahwa keputusan itu sudah tepat,” ujarnya.
Pada pertandingan tersebut, dua pemain muda, Sofian dan Verent, menjadi sorotan. Keduanya tampil impresif dan berperan besar dalam mengendalikan permainan hingga membawa Unija mengamankan kemenangan tanpa kehilangan satu set pun.
Sofian mengaku kesempatan tampil di PBVSI Cup menjadi pengalaman berharga sekaligus pembuktian bagi para pemain muda.
“Kami bersyukur dipercaya oleh pelatih dan pembina. Bermain melawan tim sekuat Plasindo tentu menjadi tantangan besar, tetapi kami berusaha menikmati pertandingan dan memberikan yang terbaik untuk Unija,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Verent. Ia menyebut kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan agar dapat melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan para senior.
“Kami sadar masih harus banyak belajar dari para senior yang telah mengharumkan nama Unija. Kesempatan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin agar bisa meneruskan prestasi mereka,” katanya.
Kemenangan 2-0 atas Plasindo menjadi bukti bahwa kekuatan Arya Wiraraja Unija tidak hanya bertumpu pada nama-nama besar yang pernah mengisi skuad, melainkan pada sistem pembinaan yang konsisten melahirkan atlet-atlet baru. Hasil ini sekaligus mengirim pesan bahwa regenerasi yang dijalankan Unija telah berhasil menciptakan bintang-bintang muda yang siap menjaga tradisi prestasi dan membawa masa depan bola voli Sumenep semakin kompetitif.






