KKN Unira 2026 Dimulai, 25 Mahasiswa Siap Dampingi Desa Tobungan Bangun Desa Tangguh Bencana

- Admin

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Sebanyak 25 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Universitas Madura (Unira) resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Tobungan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (14/7/2026). Prosesi serah terima yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Tobungan tersebut dipimpin langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Syaiful Anam, S.Pd.I., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Syaiful Anam menegaskan bahwa KKN bukan sekadar program pengabdian kepada masyarakat, melainkan menjadi ruang pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial secara langsung.

Menurutnya, melalui KKN mahasiswa belajar berinteraksi dengan masyarakat, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi desa, menumbuhkan empati, serta mengasah kemampuan kepemimpinan (leadership) dalam menyusun solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“KKN merupakan laboratorium sosial yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Di sinilah mereka belajar memahami dinamika masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan memimpin,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan KKN harus mampu menghasilkan luaran akademik. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian merupakan sumber data empiris yang sangat berharga untuk dikembangkan menjadi riset maupun publikasi ilmiah.

Berbagai fenomena yang dijumpai di tengah masyarakat, mulai dari aspek sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga potensi lokal desa, dinilai memiliki nilai akademik yang dapat diolah menjadi artikel ilmiah maupun artikel pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Madura mendorong setiap peserta KKN agar tidak hanya sukses menjalankan program kerja di lapangan, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

KKN Universitas Madura Tahun 2026 mengusung tema “Digitalisasi Potensi Lokal dan Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Desa Tangguh Bencana.” Program ini berlangsung mulai 13 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi berbasis digital dalam mengembangkan potensi desa, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas Desa Tobungan dalam mewujudkan desa yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.

Facebook Comments Box

Penulis : Suryadi

Editor : Novita

Berita Terkait

KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga
Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik
57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya
KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika
Krisis Air Bersih Menghantui Desa Sendir, Warga Desak Pemerintah Bertindak
Bupati Fauzi Serahkan Bantuan RTLH, Dorong Warga Tingkatkan Kualitas Hidup dan Kesejahteraan
Pelayanan Kian Berkualitas, Indikator Mutu RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Nyaris Sempurna
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:41 WIB

KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:51 WIB

57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:47 WIB

KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:05 WIB

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika

Berita Terbaru