BMKG Deteksi 53 Titik Panas di Jawa Timur, Masyarakat Diminta Waspadai Karhutla

- Admin

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring menguatnya musim kemarau di Jawa Timur. Berdasarkan pemantauan satelit hingga 1 Juli 2026, puluhan titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah dan berpotensi memicu kebakaran.

Pada Kamis (2/7/2026), Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Triya Chandra Meilusiani, S.Tr, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan terdapat 53 titik panas di Jawa Timur yang didominasi kategori sedang.

“Untuk wilayah Jawa Timur sendiri terpantau saat ini terdapat 4 titik panas dengan kategori rendah, kemudian sebanyak 47 sebaran titik panas dalam kategori sedang atau medium, dan 2 titik panas dalam kategori tinggi,” ujar Triya.

Ia menjelaskan, kemunculan titik panas dipengaruhi kondisi cuaca yang kering, kelembapan udara yang rendah, serta kondisi lahan yang mudah terbakar selama musim kemarau.

“Jadi sebenarnya yang mempengaruhi ini adalah kondisi cuaca yang kering, kelembapannya rendah. Kemudian yang kedua dipengaruhi dengan kondisi lahan wilayah sekitar,” katanya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena potensi kebakaran dapat terjadi sepanjang hari. Kondisi lahan yang mengering membuat risiko karhutla tetap tinggi, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.

“Untuk kewaspadaannya baik pagi, siang atau malam harus terus waspada karena memang kondisi lahan yang kering tersebut akan bertahan lama,” jelasnya.

Khusus di wilayah Madiun, BMKG mencatat terdapat empat titik panas dengan kategori sedang. Sementara itu, prakiraan cuaca pada Kamis (2/7/2026) menunjukkan kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu berkisar 21-29 derajat Celsius dan kelembapan udara 52-83 persen.

BMKG berharap masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Kewaspadaan dini dinilai penting mengingat puncak musim kemarau di Jawa Timur diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Facebook Comments Box

Penulis : Feri

Editor : Novita

Berita Terkait

Genap Satu Bulan Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Teguhkan Jurnalisme yang Menggerakkan Kepedulian
Bupati Sumenep Sambut Danrem 084, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah
Bupati Fauzi: Kejurprov Voli Pasir U-17 Jadi Wadah Lahirnya Atlet Masa Depan
Bupati Fauzi: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Sumenep
Harlah Ke-57 Ponpes Hidayatut Thalibin Tegaskan Pentingnya Akhlak
Aparat Didesak Bertindak, Dugaan Pengisian Jerigen di SPBU Pertamina 54.694.07 Jadi Sorotan
Bupati Fauzi Rotasi Sejumlah Pejabat Eselon II, Perkuat Kinerja dan Tata Kelola Pemerintahan
Tuntaskan Masa Khidmah, 29 Guru Pengabdian Mathlabul Ulum Jambu Resmi Kembali ke Pesantren
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:52 WIB

Genap Satu Bulan Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Teguhkan Jurnalisme yang Menggerakkan Kepedulian

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:13 WIB

BMKG Deteksi 53 Titik Panas di Jawa Timur, Masyarakat Diminta Waspadai Karhutla

Kamis, 2 Juli 2026 - 04:04 WIB

Bupati Sumenep Sambut Danrem 084, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:03 WIB

Bupati Fauzi: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Sumenep

Senin, 29 Juni 2026 - 02:39 WIB

Harlah Ke-57 Ponpes Hidayatut Thalibin Tegaskan Pentingnya Akhlak

Berita Terbaru