MADIUN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring menguatnya musim kemarau di Jawa Timur. Berdasarkan pemantauan satelit hingga 1 Juli 2026, puluhan titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah dan berpotensi memicu kebakaran.
Pada Kamis (2/7/2026), Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Triya Chandra Meilusiani, S.Tr, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan terdapat 53 titik panas di Jawa Timur yang didominasi kategori sedang.
“Untuk wilayah Jawa Timur sendiri terpantau saat ini terdapat 4 titik panas dengan kategori rendah, kemudian sebanyak 47 sebaran titik panas dalam kategori sedang atau medium, dan 2 titik panas dalam kategori tinggi,” ujar Triya.
Ia menjelaskan, kemunculan titik panas dipengaruhi kondisi cuaca yang kering, kelembapan udara yang rendah, serta kondisi lahan yang mudah terbakar selama musim kemarau.
“Jadi sebenarnya yang mempengaruhi ini adalah kondisi cuaca yang kering, kelembapannya rendah. Kemudian yang kedua dipengaruhi dengan kondisi lahan wilayah sekitar,” katanya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena potensi kebakaran dapat terjadi sepanjang hari. Kondisi lahan yang mengering membuat risiko karhutla tetap tinggi, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.
“Untuk kewaspadaannya baik pagi, siang atau malam harus terus waspada karena memang kondisi lahan yang kering tersebut akan bertahan lama,” jelasnya.
Khusus di wilayah Madiun, BMKG mencatat terdapat empat titik panas dengan kategori sedang. Sementara itu, prakiraan cuaca pada Kamis (2/7/2026) menunjukkan kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu berkisar 21-29 derajat Celsius dan kelembapan udara 52-83 persen.
BMKG berharap masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Kewaspadaan dini dinilai penting mengingat puncak musim kemarau di Jawa Timur diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Penulis : Feri
Editor : Novita






