57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya

- Admin

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan porsi terbesar anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan pada Tahun Anggaran 2026 untuk wilayah kepulauan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus mengurangi kesenjangan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Selasa (4/8/2026), Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat total anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan mencapai Rp47,53 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp27,53 miliar atau 57,9 persen dialokasikan untuk kawasan kepulauan, sedangkan wilayah daratan memperoleh Rp19,99 miliar atau 42,1 persen.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah tempat tinggal.

“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh perhatian yang sama dalam pembangunan. Karena itu, alokasi anggaran tahun 2026 lebih besar diarahkan ke kepulauan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan pembangunan,” kata Fauzi.

Menurutnya, pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam meningkatkan akses pelayanan publik, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menegaskan, pembangunan jalan di kawasan kepulauan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta mendukung aktivitas perdagangan yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat pulau.

Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur jalan juga diyakini akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai pelayanan publik lainnya.

“Keberpihakan anggaran kepada wilayah kepulauan diharapkan membuka akses kesejahteraan sekaligus menghadirkan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah daratan maupun kepulauan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas.

Di kawasan kepulauan, anggaran akan digunakan untuk rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.

Adapun di wilayah daratan, pekerjaan difokuskan pada rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala di Kecamatan Lenteng, Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, serta pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar di Kecamatan Guluk-Guluk.

“Pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat akses ekonomi masyarakat serta mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan,” kata Eri.

Kabupaten Sumenep memiliki karakter geografis yang terdiri atas wilayah daratan dan gugusan pulau-pulau. Kondisi tersebut menjadikan pembangunan infrastruktur transportasi sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Melalui kebijakan alokasi anggaran yang lebih besar bagi kawasan kepulauan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pemerataan pembangunan dapat semakin dirasakan masyarakat dan mendorong peningkatan kualitas hidup di seluruh wilayah.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan
Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak
Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”
Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026
13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang
Dari Digitalisasi ke Daya Saing, UMSURA Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas
IMM Sumenep Dorong Wajah Baru Polresta dengan Pelayanan yang Lebih Humanis
Gema Sendir Audiensi ke DPMD Sumenep, Tagih Solusi Krisis Air Bersih

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:44 WIB

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan

Jumat, 4 September 2026 - 17:39 WIB

Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIB

Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”

Selasa, 1 September 2026 - 17:50 WIB

Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026

Selasa, 1 September 2026 - 17:41 WIB

13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang

Berita Terbaru