Gema Sendir Audiensi ke DPMD Sumenep, Tagih Solusi Krisis Air Bersih

- Admin

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Persoalan krisis air bersih di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, kembali mendapat sorotan. Gema Sendir (Gerakan Muda Sendir) mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta kejelasan terkait sejumlah persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Audiensi tersebut berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, Gema Sendir mempertanyakan kebijakan pemerintah desa, termasuk penanganan persoalan air bersih yang hingga kini masih menjadi perhatian warga.

Gema Sendir meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada penerimaan aspirasi. Mereka mendorong adanya langkah konkret sesuai kewenangan masing-masing, terutama terhadap persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Gema Sendir, krisis air bersih tidak semata-mata merupakan persoalan teknis. Ketersediaan air menyangkut kebutuhan dasar warga sehingga penanganannya membutuhkan perhatian dan koordinasi lintas pihak.

Selain persoalan air bersih, Gema Sendir juga meminta DPMD memberikan penjelasan mengenai langkah yang dapat ditempuh pemerintah daerah dalam merespons berbagai keluhan masyarakat di tingkat desa.

Mereka turut meminta hasil audiensi dituangkan dalam notulen resmi. Dokumen tersebut dinilai penting untuk mencatat pokok persoalan, tanggapan DPMD, serta komitmen dan rencana tindak lanjut setelah pertemuan.

Wakil Ketua Gema Sendir, Agus Sulaiman, menegaskan audiensi tersebut tidak dimaksudkan untuk mencari konflik dengan pemerintah.

“Kami datang bukan untuk mencari masalah. Kami ingin mendapatkan kejelasan, keterbukaan, dan tindak lanjut atas persoalan yang menjadi keresahan masyarakat Desa Sendir,” kata Agus.

Ia berharap DPMD dapat menjalankan fungsi pembinaan, monitoring, dan koordinasi dengan pemerintah desa maupun organisasi perangkat daerah terkait apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Agus menilai persoalan yang telah disampaikan dalam forum audiensi tidak semestinya berhenti pada pembahasan. Menurut dia, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai langkah yang akan dilakukan pemerintah setelah aspirasi disampaikan.

“Yang kami harapkan bukan hanya menerima aspirasi, tetapi ada tindak lanjut yang bisa dilihat dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Usai audiensi, Gema Sendir menyatakan akan mengawal hasil pertemuan tersebut. Mereka juga berencana menyampaikan persoalan terkait pengelolaan pemerintahan dan anggaran desa kepada Inspektorat Kabupaten Sumenep apabila terdapat hal-hal yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Agus menegaskan langkah tersebut bukan bentuk tuduhan. Menurutnya, penyampaian kepada lembaga pengawasan merupakan bagian dari upaya masyarakat memastikan pengelolaan pemerintahan dan keuangan desa berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Gema Sendir menilai pengawasan masyarakat merupakan bagian dari partisipasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Karena itu, setiap pihak terkait diharapkan terbuka memberikan informasi serta menjelaskan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Bagi Gema Sendir, keberhasilan sebuah audiensi tidak diukur dari panjangnya pembahasan atau banyaknya pernyataan yang disampaikan. Ukurannya adalah adanya kejelasan, tindak lanjut, dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kini, Gema Sendir menyatakan akan mengawal tindak lanjut hasil audiensi. Masyarakat Desa Sendir menunggu apakah persoalan yang disampaikan akan berhenti sebagai catatan dalam notulen atau berlanjut menjadi langkah nyata pemerintah.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

IMM Sumenep Dorong Wajah Baru Polresta dengan Pelayanan yang Lebih Humanis
Lewat CERDAS Desa, KKN Posko 13 Wiraraja Edukasi Siswa tentang Bahaya Bullying
Kenalkan POSBANKUM, KKN Universitas Wiraraja Dorong Warga Pahami Hak Hukum
Perluas Layanan Spesialis, RSUD Sumenep Resmi Buka Poli Urologi
KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga
Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik
57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya
KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:27 WIB

IMM Sumenep Dorong Wajah Baru Polresta dengan Pelayanan yang Lebih Humanis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Gema Sendir Audiensi ke DPMD Sumenep, Tagih Solusi Krisis Air Bersih

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Lewat CERDAS Desa, KKN Posko 13 Wiraraja Edukasi Siswa tentang Bahaya Bullying

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kenalkan POSBANKUM, KKN Universitas Wiraraja Dorong Warga Pahami Hak Hukum

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Perluas Layanan Spesialis, RSUD Sumenep Resmi Buka Poli Urologi

Berita Terbaru