Keluhan Petani Menguat, DPRD Sumenep Minta Distribusi Pupuk ke Kepulauan Dipercepat

- Admin

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Sapeken, Syamsul Bahri, meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama distributor pupuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi ke wilayah kepulauan dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan petani. Permintaan tersebut muncul menyusul banyaknya keluhan petani yang kerap mengalami keterlambatan pupuk saat memasuki musim tanam.

Pada Minggu, 12 Juli 2026, Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari petani di sejumlah pulau yang mengeluhkan lambatnya distribusi pupuk. Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian, terutama komoditas padi dan jagung.

“Kami mendapat laporan pupuk sering datang terlambat. Kapal angkut yang terbatas dan cuaca buruk memang menjadi kendala, tetapi petani tidak bisa terus menunggu. Kalau pupuk datang terlambat, musim tanam bisa terlewat dan berujung pada gagal panen,” ujar Syamsul Bahri.

Menurutnya, ada tiga langkah yang harus segera dilakukan agar persoalan tersebut tidak terus berulang. Pertama, mempercepat jalur distribusi dengan menambah armada kapal khusus pengangkut pupuk ke wilayah kepulauan menjelang musim tanam. Kedua, memperbarui data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara berkala agar pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani aktif. Ketiga, menyiapkan gudang atau stok penyangga di pulau-pulau sehingga kebutuhan pupuk tetap tersedia ketika distribusi terkendala cuaca ekstrem.

Selain itu, Syamsul Bahri juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi agar tidak terjadi penyimpangan maupun distribusi ke luar wilayah yang tidak sesuai peruntukan.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Sumenep berencana memanggil Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, distributor pupuk, serta perwakilan kelompok tani untuk menyusun skema distribusi khusus bagi wilayah kepulauan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin kelancaran musim tanam 2026/2027.

“Petani di kepulauan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Jangan sampai mereka kalah sebelum menanam hanya karena pupuk datang terlambat,” tegasnya.

Kepedulian Syamsul Bahri terhadap persoalan pupuk di wilayah kepulauan mendapat apresiasi dari para petani. Mereka berharap dorongan tersebut mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan pertanian di Sapeken.

Salah seorang petani asal Desa Saebus, Herlianto, mengaku selama ini pupuk bersubsidi yang diterima hanya mencukupi kebutuhan untuk budidaya jagung dan padi dalam satu musim tanam.

“Kami memang sangat berharap agar kebutuhan pupuk bisa terpenuhi,” katanya.

Menurut Herlianto, wilayah Sapeken sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan semangka. Namun keterbatasan pupuk membuat potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan.

“Sebetulnya banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan, seperti cabai, tomat, dan semangka. Tetapi pupuk yang kami tebus tidak cukup, sehingga potensi itu belum bisa berkembang,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Konfercab PMII Surabaya di Islamic Centre Ricuh, Kader Unair Diduga Dipukul
Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga
JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan
Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak
Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”
Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026
13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang
Dari Digitalisasi ke Daya Saing, UMSURA Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:41 WIB

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga

Selasa, 15 September 2026 - 11:44 WIB

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan

Jumat, 4 September 2026 - 17:39 WIB

Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIB

Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”

Selasa, 1 September 2026 - 17:50 WIB

Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026

Berita Terbaru

Nasional

Ancaman El Nino, Pemerintah Genjot Pompanisasi Pertanian

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:49 WIB