Musda X LDII Sumenep Hadirkan Dialog Kebangsaan, Dr. Zein Tawarkan Perspektif Islam Berkemajuan

- Admin

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., LL.M., menegaskan bahwa moderasi beragama harus menjadi kekuatan yang melahirkan kemajuan masyarakat, bukan sekadar menjaga kerukunan dan mencegah konflik.

Pandangan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan yang menjadi rangkaian pembuka Musyawarah Daerah (Musda) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sumenep di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Sabtu (4/7/2026).

Dialog mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Melahirkan SDM yang Profesional Religius Guna Berkontribusi dalam Mewujudkan Sumenep yang Unggul, Mandiri, dan Sejahtera.” Selain Dr. Zein, forum tersebut juga menghadirkan Dr. Damanhuri dari PCNU Sumenep dan Dr. Musaheri dari LDII.

Dalam paparannya yang berjudul “Pelaksanaan Moderasi Beragama Berbasis Islam Berkemajuan Menuju Sumenep yang Unggul, Mandiri, dan Sejahtera,” Dr. Zein menjelaskan bahwa perspektif Islam Berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah memandang moderasi beragama sebagai instrumen membangun peradaban.

Menurutnya, keberhasilan moderasi beragama tidak cukup diukur dari terciptanya harmoni sosial, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan masyarakat yang cerdas, sehat, adil, mandiri secara ekonomi, unggul dalam ilmu pengetahuan, serta bermartabat.

“Moderasi beragama tidak boleh berhenti pada slogan, seminar, atau sekadar rendahnya angka konflik. Moderasi harus menghadirkan kemajuan yang dapat dirasakan masyarakat. Ketika pendidikan berkembang, layanan kesehatan semakin baik, ekonomi umat semakin kuat, dan keadilan sosial semakin terwujud, di situlah moderasi beragama menemukan maknanya,” ujar Dr. Zein.

Ia menilai, implementasi moderasi beragama di Indonesia selama ini masih cenderung berorientasi pada aspek kerukunan dan pendekatan administratif. Padahal, menurutnya, moderasi beragama semestinya berkembang menjadi gerakan transformasi sosial yang mendorong kemajuan bangsa.

“Negara patut diapresiasi karena telah menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu agenda penting dalam kehidupan berbangsa. Namun ke depan orientasinya perlu diperluas. Moderasi beragama jangan hanya dinilai dari harmoni sosial, tetapi juga dari keberhasilannya meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan ekonomi, penguasaan ilmu pengetahuan, serta perlindungan terhadap martabat manusia. Itulah perspektif Islam Berkemajuan yang ditawarkan Muhammadiyah,” jelasnya.

Dr. Zein juga menegaskan bahwa Muhammadiyah sejatinya telah mempraktikkan nilai-nilai moderasi beragama jauh sebelum istilah tersebut menjadi kebijakan nasional. Hal itu diwujudkan melalui ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, kebencanaan, dan pemberdayaan ekonomi yang melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang sosial.

Menurutnya, jaringan sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, panti asuhan, lembaga filantropi, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam Berkemajuan hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa.

“Keunggulan Muhammadiyah terletak pada konsistensinya membangun amal usaha sebagai instrumen dakwah. Muhammadiyah tidak sekadar berbicara tentang moderasi beragama, tetapi membuktikannya melalui karya nyata yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Dakwah bil-hal inilah yang menjadi kekuatan Islam Berkemajuan,” tegasnya.

Menutup pemaparannya, Dr. Zein mengajak Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, LDII, serta seluruh organisasi kemasyarakatan Islam untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kabupaten Sumenep.

“Perbedaan organisasi hendaknya menjadi kekuatan untuk berlomba menghadirkan kemaslahatan. Jika seluruh elemen umat bersinergi membangun pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan peradaban ilmu pengetahuan, maka cita-cita mewujudkan Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera akan semakin mudah diwujudkan,” pungkasnya.

Dialog Kebangsaan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat persaudaraan. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi-organisasi Islam dalam membangun kehidupan beragama yang tidak hanya harmonis, tetapi juga mampu melahirkan kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Genap Satu Bulan Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Teguhkan Jurnalisme yang Menggerakkan Kepedulian
BMKG Deteksi 53 Titik Panas di Jawa Timur, Masyarakat Diminta Waspadai Karhutla
Bupati Sumenep Sambut Danrem 084, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah
Bupati Fauzi: Kejurprov Voli Pasir U-17 Jadi Wadah Lahirnya Atlet Masa Depan
Bupati Fauzi: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Sumenep
Harlah Ke-57 Ponpes Hidayatut Thalibin Tegaskan Pentingnya Akhlak
Aparat Didesak Bertindak, Dugaan Pengisian Jerigen di SPBU Pertamina 54.694.07 Jadi Sorotan
Bupati Fauzi Rotasi Sejumlah Pejabat Eselon II, Perkuat Kinerja dan Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:06 WIB

Musda X LDII Sumenep Hadirkan Dialog Kebangsaan, Dr. Zein Tawarkan Perspektif Islam Berkemajuan

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:52 WIB

Genap Satu Bulan Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Teguhkan Jurnalisme yang Menggerakkan Kepedulian

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:13 WIB

BMKG Deteksi 53 Titik Panas di Jawa Timur, Masyarakat Diminta Waspadai Karhutla

Kamis, 2 Juli 2026 - 04:04 WIB

Bupati Sumenep Sambut Danrem 084, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:43 WIB

Bupati Fauzi: Kejurprov Voli Pasir U-17 Jadi Wadah Lahirnya Atlet Masa Depan

Berita Terbaru