Sumenep – Tim Putri Arya Wiraraja Unija menorehkan capaian impresif dengan memastikan langkah ke partai final Bupati Cup 2026. Kepastian itu diraih setelah menundukkan tim kuat Kecamatan Saronggi, Putri Angkasa, dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga semifinal.
Hasil ini bukan sekadar kemenangan. Di tengah persaingan ketat dan dominasi tim-tim berpengalaman, Arya Wiraraja Unija tampil sebagai satu-satunya representasi kampus yang mampu bertahan hingga partai puncak. Sejumlah tim unggulan, termasuk tim kampus lain seperti Uniba, harus tersingkir lebih awal sejak fase penyisihan.
Laga semifinal berlangsung dalam tensi tinggi. Pada set pertama, Arya Wiraraja sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal hingga tujuh poin. Namun, ketenangan dan kematangan mental menjadi pembeda. Perlahan, mereka memangkas ketertinggalan dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 25-22.
Memasuki set kedua dan ketiga, pertandingan berjalan semakin ketat. Tim Putri Angkasa yang diperkuat pemain bon asal Banyuwangi, Vega, terus menekan lewat permainan agresif. Meski demikian, Arya Wiraraja mampu menjaga disiplin permainan dan tetap konsisten pada pola yang telah dirancang. Dua set berikutnya berhasil diamankan, sekaligus mengunci kemenangan tanpa balas.
Keberhasilan ini menegaskan karakter Arya Wiraraja Unija sebagai tim berbasis akademik yang mengedepankan kolektivitas, kecerdasan taktik, serta kedisiplinan. Di tengah tren penggunaan pemain bon, pendekatan tersebut menjadi identitas yang membedakan mereka dari tim lain.
Pembina tim, Dr. Zein, menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari proses panjang yang mengintegrasikan nilai akademik dengan pembinaan olahraga.
“Kami tidak hanya membangun tim untuk menang, tetapi juga membangun cara berpikir. Ketika pemain terbiasa rasional, disiplin, dan bertanggung jawab, itu tercermin di lapangan,” ujarnya.
Pelatih Habib Rahman, A.Md, menilai momen kebangkitan di set pertama sebagai titik krusial.
“Saat tertinggal jauh, pemain tidak panik dan tetap bermain sesuai sistem. Di situ terlihat kematangan mental tim,” katanya.
Sementara itu, asisten pelatih Isyanto, M.Pd, menyoroti konsistensi permainan hingga akhir laga.
“Set kedua dan ketiga berjalan ketat, tetapi ritme permainan tetap terjaga. Pengambilan keputusan pemain juga sangat baik,” ungkapnya.
Kapten tim, Clara, menegaskan bahwa kepercayaan terhadap proses menjadi kunci utama kemenangan.
“Kami percaya dengan apa yang sudah dilatih. Dalam kondisi apa pun, kami tetap bermain sebagai satu tim,” tuturnya.
Pada partai final, Arya Wiraraja Unija akan menghadapi Putri Lossosa, tim juara bertahan yang dikenal memiliki tradisi kuat di ajang ini. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian sekaligus panggung pembuktian bagi tim kampus yang tengah mencuri perhatian.
Final Bupati Cup 2026 bukan sekadar perebutan gelar. Lebih dari itu, laga ini mempertemukan dua pendekatan berbeda tradisi juara yang telah mapan dengan kekuatan baru berbasis kampus yang mengandalkan proses, disiplin, dan kecerdasan bermain.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita





