Sumenep – Laga paling menegangkan di ajang Bupati Cup 2026 pecah di RJ Impact Stadium. Tim Putri Arya Wiraraja Unija sukses menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan tim unggulan langganan finalis, Putri Pasopati Saronggi, lewat pertandingan tiga set yang sarat drama dan emosi.
Arya Wiraraja sempat berada di bawah tekanan pada set pertama. Pasopati tampil dominan dengan permainan rapi dan pengalaman matang, membuat banyak pihak memprediksi laga akan berakhir cepat.
Namun, situasi berubah drastis di set kedua. Bermodal semangat pantang menyerah, Arya Wiraraja bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Mereka berhasil merebut set kedua dengan skor tipis, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki set ketiga, tensi pertandingan mencapai puncaknya. Jual beli serangan terjadi tanpa henti, diiringi sorak sorai penonton yang memadati stadion. Dalam situasi penuh tekanan, Arya Wiraraja akhirnya memastikan kemenangan dramatis dengan skor 18–16.
Sorotan utama tertuju pada CLARA, pemain baru yang langsung dipercaya sebagai kapten tim. Keputusan itu terbukti tepat. Di momen-momen krusial, Clara tampil tenang dan menjadi penentu lewat raihan poin-poin penting.
Kepemimpinannya di lapangan terlihat jelas, mampu menjaga ritme permainan sekaligus membakar semangat rekan-rekannya saat tim berada dalam tekanan.
Pembina tim, Dr. Zein, menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari keberanian dan mentalitas juang para pemain.
“Ini bukan sekadar kemenangan teknis, tapi kemenangan mental. Anak-anak bermain tanpa takut melawan tim besar. Clara sebagai kapten baru menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa di saat genting,” ujarnya.
Official tim, Dimas Maharaja, juga menyoroti kekompakan tim sebagai faktor kunci kemenangan.
“Kami tahu Pasopati bukan lawan mudah. Tapi anak-anak tetap disiplin dan saling percaya. Kehadiran Clara memberi energi baru—dia jadi penentu di poin-poin kritis,” katanya.
Di sisi teknis, peran Isyanto, M.Pf, yang bertindak sebagai asisten pelatih sekaligus menggantikan peran pelatih utama Habib Rahman, turut menjadi perhatian. Diketahui, Habib Rahman tidak mendampingi karena memiliki peran di kedua tim yang bertanding.
“Kami hanya menjaga ritme dan fokus pemain. Kuncinya ada di ketenangan saat poin-poin kritis, dan itu mampu dijalankan dengan sangat baik oleh Clara dan tim,” ungkap Isyanto.
Kemenangan ini mengantarkan Tim Putri Arya Wiraraja Unija menyusul Tim Putra Arya Wiraraja yang lebih dulu melangkah ke babak berikutnya. Hasil ini sekaligus menegaskan eksistensi Unija sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kancah bolavoli Sumenep.
Riuh rendah penonton di RJ Impact Stadium menjadi saksi bahwa kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan momentum kebangkitan tim muda yang berani menantang dominasi lama—dengan sosok kapten baru yang langsung menjawab kepercayaan lewat performa penentu. Dunia bolavoli Sumenep pun dibuat gempar.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita





