SUMENEP, 27 Desember 2025 – Gerakan reformasi akar rumput di tubuh Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep membuahkan hasil. Dalam Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) PBVSI Sumenep Tahun 2025 yang digelar Kamis (26/12/2025), Syamsul Mu’arif secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua PBVSI Pengurus Kabupaten Sumenep periode 2025–2029, tanpa melalui proses pemungutan suara.
Aklamasi ini menjadi bukti kuat bahwa gerakan moral yang digalakkan oleh ratusan klub bolavoli se-Kabupaten Sumenep berhasil mengembalikan kedaulatan organisasi kepada akar rumput. Dari total 264 klub yang tersebar di wilayah tersebut, seluruhnya ikut serta dalam proses demokratis yang menentukan arah organisasi olahraga bola voli di Sumenep.
Proses MUSKAB dinilai peserta berjalan terbuka dan inklusif, berbeda dari sebelumnya. Perubahan sistem pemilihan yang sebelumnya menganut sistem perwakilan menjadi pemilihan langsung oleh seluruh klub menjadi salah satu pencapaian penting dalam gerakan reformasi ini.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu sorotan dalam MUSKAB adalah penampilan Zein, salah satu motor penggerak reformasi PBVSI, sebagai pimpinan sidang yang mengenakan sarung. Tampil beda dari peserta lain yang berpakaian formal, pilihan busana Zein dinilai menjadi simbol kesahajaan dan kedekatan dengan basis organisasi di tingkat akar rumput.
Dalam sambutan pertamanya sebagai ketua terpilih, Syamsul Mu’arif menegaskan komitmennya untuk memajukan olahraga bolavoli Sumenep tanpa pamrih. Ia menyatakan siap berkorban dan bahkan menerima kerugian pribadi demi kemajuan prestasi olahraga tersebut.
“Saya maju bukan untuk mencari keuntungan. Saya siap berkorban apa pun, bahkan siap rugi, demi kebangkitan bola voli Sumenep. PBVSI ke depan harus menjadi rumah bersama bagi seluruh klub dan atlet,” tegas Syamsul di hadapan para peserta MUSKAB.
Ia juga menjanjikan tata kelola organisasi yang lebih terbuka dan partisipatif, dengan melibatkan seluruh klub dalam setiap kebijakan dan program pembinaan prestasi.
Terpilihnya Syamsul Mu’arif menandai berakhirnya rentetan panjang gerakan reformasi yang sebelumnya dipelopori klub-klub kecil hingga akhirnya mendapatkan momentum di MUSKAB 2025.
Pergeseran paradigma dalam tubuh PBVSI Sumenep ini juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif para pelaku olahraga untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan individu atau kelompok kecil. Hal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perubahan struktural dalam pembinaan olahraga bola voli di daerah.
Kini, masyarakat olahraga Sumenep menaruh harapan besar pada kepemimpinan barunya. Dengan legitimasi penuh dari 264 klub, publik berharap PBVSI Sumenep mampu meninggalkan stagnasi dan kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional, sebagaimana pernah diraih pada masa lalu.(*)





