SUMENEP — Upaya reformasi tata kelola Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep menemukan momentumnya melalui gerakan klub-klub bolavoli akar rumput. Melalui forum Pra Musyawarah Kabupaten (PRA MUSKAB), klub-klub berhasil mendorong perubahan mendasar dengan menyepakati mekanisme pemilihan Ketua PBVSI secara langsung dan terbuka oleh seluruh klub se-Kabupaten Sumenep.
Inisiatif perubahan ini digagas oleh klub-klub bolavoli yang tergabung dalam Paguyuban Kecamatan Batuan. Mereka secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap sistem perwakilan yang selama ini diterapkan dan dinilai membatasi partisipasi klub dalam pengambilan keputusan organisasi. Menurut mereka, sistem tersebut tidak mencerminkan prinsip demokrasi dan menjauhkan PBVSI dari basis pembinaan atlet.
Aspirasi tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan kolektif. Dukungan datang dari berbagai paguyuban kecamatan, di antaranya Paguyuban Manding, Bluto, Saronggi, serta sejumlah paguyuban lain. Klub dari wilayah kota juga menyatakan sikap serupa melalui Klub Mahkota Agung. Konsolidasi lintas wilayah ini memperkuat posisi klub-klub sebagai kekuatan utama dalam mendorong perubahan kebijakan organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncak dinamika terjadi dalam forum PRA MUSKAB PBVSI Kabupaten Sumenep yang digelar pada Senin malam, 22 Desember 2025, di Aula MAN 1 Sumenep. Forum berlangsung intens dengan perdebatan yang fokus pada isu kepesertaan pemilih dalam pemilihan ketua.
Pada awal pembahasan, mekanisme pemilihan masih mengacu pada sistem perwakilan. Namun, melalui penyampaian argumentasi yang konsisten dan tekanan moral dari klub-klub pendukung reformasi, forum akhirnya mencapai mufakat. PRA MUSKAB menyepakati perubahan aturan pemilihan Ketua PBVSI Sumenep menjadi pemilihan langsung oleh seluruh klub bolavoli.
Kesepakatan ini menjadi catatan penting dalam sejarah PBVSI Sumenep. Untuk pertama kalinya, klub-klub sebagai ujung tombak pembinaan atlet memiliki hak penuh dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi.
Perubahan mekanisme pemilihan tersebut dinilai membuka peluang transformasi yang lebih luas. Klub-klub berharap kepengurusan mendatang lahir dari proses yang demokratis dan mampu menciptakan tata kelola yang transparan, partisipatif, serta berpihak pada pembinaan dan prestasi atlet.
Ke depan, PBVSI Sumenep diharapkan mengembangkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan klub dan atlet, sekaligus membangun iklim kompetisi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan legitimasi yang kuat, organisasi diharapkan mampu mengembalikan prestasi bolavoli Sumenep di tingkat regional.
Perhatian publik olahraga kini tertuju pada Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) PBVSI Sumenep yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Desember 2025. Forum tersebut akan menjadi penentu apakah semangat reformasi yang telah disepakati di PRA MUSKAB dapat diwujudkan secara konsisten dalam kepengurusan mendatang.
Bagi klub-klub bolavoli akar rumput, hasil PRA MUSKAB menjadi bukti bahwa perubahan tata kelola organisasi dapat dimulai dari bawah, melalui persatuan dan konsistensi dalam memperjuangkan prinsip demokrasi.





