BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Waspada Kekeringan dan Karhutla

- Admin

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih panjang dengan curah hujan di bawah rata-rata normal dalam tiga dekade terakhir.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengungkapkan bahwa sejumlah indikator menunjukkan kondisi kemarau tahun ini akan berbeda dari biasanya.

“Beberapa indikatornya meliputi waktu awal musim, durasi musim, dan jumlah curah hujan selama periode kemarau,” ujar Fachri, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, sekitar 56 persen wilayah zona musim diperkirakan mengalami kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal. Bahkan, durasi musim kemarau tahun ini diprediksi bertambah sekitar 20 hari dibandingkan rata-rata.

Menurutnya, wilayah Indonesia bagian selatan menjadi area yang paling terdampak kekeringan. Kondisi tersebut dipicu oleh bertambahnya jumlah dasarian dalam periode kemarau.

Selain itu, fenomena El Nino dengan kategori lemah hingga moderat turut memperkuat potensi berkurangnya curah hujan di berbagai wilayah.

“Kombinasi musim kemarau dan El Nino akan mengakibatkan curah hujan menjadi sangat rendah,” jelasnya.

BMKG juga memprediksi puncak kekeringan akan terjadi secara merata pada Agustus 2026. Dampak lanjutan yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah rawan.

Fachri mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan antisipasi terhadap potensi gagal panen di sejumlah wilayah lumbung pangan.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
PKP Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Percepat Pembangunan 2.603 Huntap Pascabencana di Sumatra
Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Tertekan Gejolak Global
Prabowo Optimistis Sekolah Rakyat Mampu Angkat Derajat Keluarga Miskin
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pemerintah Hormati Proses Hukum Wamen Imipas dan Eks Pimpinan BGN

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:54 WIB

Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:46 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:09 WIB

PKP Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Percepat Pembangunan 2.603 Huntap Pascabencana di Sumatra

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:27 WIB

Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:34 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Tertekan Gejolak Global

Berita Terbaru

Nasional

Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Selasa, 23 Jun 2026 - 06:54 WIB

Opini

Balada MBG Mau Distop: Siswa Santai, Mitra Stres

Senin, 22 Jun 2026 - 12:58 WIB