Banyuwangi – Kegiatan Battle Sound yang identik dengan hiburan rakyat di Banyuwangi kini menunjukkan wajah berbeda. Usai menggelar perhelatan besar, komunitas pemuda di Desa Sumbersewu menyalurkan bantuan pangan berupa 35 ton beras kepada masyarakat setempat.
Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan pemuda mampu diarahkan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi ketahanan pangan warga desa. Ribuan Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan beras yang dibagikan secara merata di seluruh wilayah desa.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolektif dari panitia dan partisipasi aktif para pemuda setempat. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya acara, langkah ini juga bertujuan membantu meringankan beban ekonomi warga prasejahtera di tengah naik turunnya harga kebutuhan pokok.
Perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghapus stigma negatif terhadap gelaran Battle Sound.
“Kami ingin membuktikan bahwa pemuda Sumbersewu solid dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Keuntungan dari kegiatan kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan nyata. Semoga ini bisa membantu dapur warga tetap mengepul,” ujarnya.
Fenomena Battle Sound di Banyuwangi pun mulai bertransformasi menjadi ajang filantropi lokal. Hal ini mencerminkan kedewasaan komunitas dalam mengelola kegiatan hiburan agar tetap memberi manfaat sosial.
Penyaluran bantuan dalam jumlah besar ini juga menunjukkan kekuatan ekonomi berbasis gotong royong di tingkat desa. Langkah yang dilakukan pemuda Sumbersewu dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa setiap kegiatan hiburan dapat disertai dengan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Aksi pembagian 35 ton beras ini menjadi potret nyata kepedulian pemuda Banyuwangi. Di balik gemuruh musik Battle Sound, tersimpan semangat solidaritas yang memberikan dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





