Sumenep – Tim Putri Arya Wiraraja Unija kembali menegaskan identitasnya sebagai tim berkarakter akademik dengan memastikan langkah ke semifinal Bupati Cup 2026.
Menghadapi tim kuat Kecamatan Saronggi, Batman 27, mereka menang meyakinkan dengan skor 3-0 dalam laga yang menunjukkan dominasi sejak awal hingga akhir.
Pada set pertama dan kedua, Arya Wiraraja tampil superior. Tim lawan dipaksa takluk dengan perolehan angka di bawah 20—sebuah bukti betapa rapinya sistem permainan dan kuatnya kontrol pertandingan yang dimiliki tim asal kampus tersebut.
Memasuki set ketiga, pertandingan berlangsung lebih berimbang. Namun, ketenangan dan kedewasaan bermain membuat Arya Wiraraja tetap mampu mengunci kemenangan dengan skor 25-22.
Kemenangan ini terasa semakin bermakna karena Batman 27 diperkuat oleh dua pemain bon dari klub besar Petrokimia Gresik. Namun, kekuatan itu tak mampu menembus kolektivitas dan kecerdasan bermain tim Unija yang tampil disiplin dan terstruktur.
Tim Putri Arya Wiraraja Unija tidak hanya menang secara teknis, tetapi juga menghadirkan wajah berbeda dalam dunia bolavoli daerah. Sebagai tim yang lahir dari rahim kampus, mereka membawa visi yang jelas: sukses akademik, sukses bolavoli, dan sukses profesi masa depan.
Pendekatan ini melahirkan gaya bermain yang tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga analisis, ketenangan, dan pengambilan keputusan yang rasional.
Pembina tim, Dr. Zein, menegaskan bahwa kemenangan ini adalah refleksi dari nilai-nilai akademik yang ditanamkan.
“Kami membangun tim ini dengan basis keilmuan dan karakter. Cara berpikir yang rasional, disiplin, dan bertanggung jawab itu kami bawa ke dalam lapangan. Hasilnya adalah permainan yang matang dan tidak mudah goyah,” ujarnya.
Pelatih Habib Rahman, A.Md menilai bahwa dominasi di dua set awal menjadi kunci kemenangan.
“Anak-anak langsung menekan sejak awal. Di set pertama dan kedua, mereka hampir tidak memberi ruang bagi lawan. Di set ketiga memang lebih ketat, tapi mereka tetap bisa menjaga fokus sampai akhir,” jelasnya.
Asisten pelatih Isyanto, M.Pd menambahkan bahwa kestabilan emosi menjadi faktor pembeda.
“Tim ini terbiasa berpikir jernih dalam tekanan. Itu yang membuat mereka tidak mudah terpancing, bahkan saat pertandingan mulai berimbang,” terangnya.
Sementara itu, kapten tim Clara kembali menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan tenang.
“Kami selalu berpegang pada prinsip tim: bermain cerdas, tetap tenang, dan saling percaya. Itu yang membuat kami bisa konsisten,” ungkapnya.
Menariknya, karakter akademik ini tidak hanya terlihat di dalam lapangan, tetapi juga pada para suporternya. Suporter Tim Putri Arya Wiraraja dikenal tampil rasional, tertib, dan tidak emosional secara primordial.
Dukungan yang diberikan lebih berupa motivasi positif dan energi konstruktif, bukan tekanan berlebihan, sehingga menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat dan berkelas.
Dengan hasil ini, Tim Putri Arya Wiraraja Unija semakin mengukuhkan diri sebagai tim unik sekaligus kuat bukan hanya karena kemenangan, tetapi karena identitasnya yang jelas sebagai representasi dunia kampus.
Di tengah kompetisi yang keras, mereka menghadirkan pesan berbeda: bahwa kekuatan sejati lahir dari ilmu, karakter, dan visi yang terbangun dari rahim akademik.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita





