Panggung bolavoli Sumenep kembali memanas. Tim Putra Arya Wiraraja Unija tampil dominan dengan menaklukkan tim “Batman” asal Kecamatan Batang-Batang dengan skor meyakinkan 2-0 (25:14, 25:22) dalam lanjutan Bupati Cup 2026 di RJ Impact Stadium.
Kemenangan ini terasa spesial. “Batman” datang dengan tambahan amunisi pemain bon, Fasya dari Mojokerto. Namun, strategi tersebut justru tak mampu menembus solidnya permainan kolektif Arya Wiraraja.
Sejak set pertama, Unija langsung menekan. Blok-blok rapat mereka berkali-kali mematahkan serangan lawan, termasuk dari Fasya yang diharapkan menjadi pembeda. Dominasi ini tak hanya menghasilkan poin, tetapi juga menggoyahkan mental tim “Batman”.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki set kedua, perlawanan sempat muncul. Namun, ritme permainan yang sudah terlanjur goyah membuat “Batman” kesulitan bangkit. Arya Wiraraja tetap konsisten, menjaga tempo, dan menutup laga dengan kemenangan tanpa celah.
Sorotan tertuju pada kapten tim, Dimas Maharaja. Ia tampil sebagai penggerak utama—mengatur permainan, menjaga ritme, sekaligus menjadi penentu di momen krusial. Kepemimpinannya menjadi refleksi filosofi tim: kompak, percaya diri, dan berdikari.
Pembina tim, Dr. Zein, menegaskan bahwa kemenangan ini lebih dari sekadar hasil pertandingan.
“Kami memilih jalan berdikari bukan karena keterbatasan, tapi karena keyakinan. Ketika kekompakan dan kepercayaan diri terbentuk, itu jauh lebih kuat daripada sekadar mengumpulkan pemain bintang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dimas Maharaja.
“Kekuatan kami ada pada kebersamaan. Tidak ada yang lebih besar dari tim. Siapapun yang bermain, punya tanggung jawab yang sama,” ungkapnya.
Pelatih Habib Rahman, A.Md, menyebut kemenangan ini lahir dari disiplin dan konsistensi.
“Anak-anak bermain sesuai skema, fokus sejak awal, dan tidak lengah saat unggul,” jelasnya.
Asisten pelatih Isyanto, M.Pd, menambahkan bahwa kunci utama ada pada tekanan mental di awal laga.
“Blok di set pertama sangat menentukan. Saat pemain kunci mereka gagal berulang kali, itu langsung memengaruhi keseluruhan permainan,” terangnya.
Kemenangan ini semakin menegaskan posisi Arya Wiraraja Unija sebagai salah satu tim paling disegani di Bupati Cup 2026. Tanpa pemain bon, mereka justru tampil sebagai kekuatan murni—lahir dari kekompakan, disiplin, dan kepercayaan diri tinggi.
Di tengah tren tim bertabur pemain luar, Arya Wiraraja mengirim pesan tegas: yang paling kuat bukan yang paling mahal, tapi yang paling solid.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita





