Jakarta – Isu stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan nasional. Percepatan penurunannya dinilai membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk organisasi kemasyarakatan.
Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara (BRN), dr. Reagen, menegaskan komitmennya untuk mengarahkan program organisasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui penanganan stunting secara terintegrasi.
Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan, mulai dari aspek kecerdasan, produktivitas, hingga daya saing bangsa.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai tenaga medis sekaligus bagian dari gerakan masyarakat, kami memandang stunting sebagai isu strategis. BRN akan fokus pada program perbaikan gizi, edukasi kesehatan, serta peningkatan akses layanan bagi ibu dan anak,” ujar dr. Reagen.
Ia menjelaskan, BRN akan memperkuat berbagai inisiatif di tingkat akar rumput, seperti kampanye gizi seimbang, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.
Pendekatan berbasis komunitas, lanjutnya, menjadi kunci agar intervensi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Selain itu, BRN juga mendorong sinergi lintas sektor guna memperluas jangkauan program, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan prevalensi stunting sekaligus memperkuat fondasi SDM Indonesia yang sehat dan unggul.
Dengan komitmen ini, BRN menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju generasi masa depan yang berkualitas.





