Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu

- Admin

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen serius dalam percepatan penanganan stunting melalui pengalokasian anggaran sebesar Rp569,9 juta untuk pengadaan susu formula bagi balita dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi.

Program yang dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Berdasarkan data pengadaan, anggaran tersebut terdiri atas Rp448.847.925 untuk susu balita dan Rp121.098.780 untuk susu ibu hamil. Saat ini proses pengadaan masih dalam tahap penyelesaian.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasyah, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari intervensi pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan stunting dan kekurangan gizi di masyarakat.

“Kegiatan tersebut untuk penanganan balita dan ibu hamil yang bermasalah dengan asupan gizi,” ujar Ellya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, prevalensi stunting di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan tren penurunan. Saat ini angka stunting berada pada kisaran 11,6 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 16,7 persen dan tahun 2022 sebesar 21,6 persen.

Dalam program tersebut, bantuan akan diberikan kepada 726 balita yang mengalami stunting maupun masalah gizi serta 160 ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.

Ellya menjelaskan, intervensi terhadap ibu hamil menjadi langkah penting untuk mencegah lahirnya bayi yang berisiko mengalami stunting.

“Untuk 726 balita bermasalah gizi. Sedangkan susu formula untuk 160 ibu hamil KEK dan anemia yang berpotensi melahirkan bayi stunting jika tidak segera diberikan intervensi yang tepat pada masa kehamilan,” jelasnya.

Distribusi bantuan nantinya dilakukan melalui masing-masing puskesmas agar penyaluran kepada sasaran lebih terkontrol dan tepat sasaran.

“Distribusi bantuan susu itu nantinya lewat puskesmas ke sasaran,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran pada laman pengadaan elektronik, susu balita yang digunakan dalam program tersebut tercatat menggunakan produk StuntiCare dengan harga Rp55.500 per kemasan. Sementara susu untuk ibu hamil menggunakan produk NurtureMom dengan harga Rp66.600 per kemasan.

Dari nilai anggaran yang tersedia, jumlah pengadaan diperkirakan mencapai sekitar 8.087 kemasan susu balita dan 1.818 kemasan susu ibu hamil. Dengan jumlah penerima yang telah ditetapkan, masing-masing balita dan ibu hamil diperkirakan memperoleh sekitar 11 kemasan susu selama program intervensi berlangsung.

Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Sumenep dalam memperkuat pencegahan dan penanganan stunting sejak masa kehamilan hingga usia balita guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Sulton Amrilladzi Sebut Gugatan PMH Tak Menghapus Proses Pidana yang Berjalan
Perolehan Kurban Muhammadiyah Sumenep Tembus 54 Sapi dan 27 Kambing
Muhammadiyah Sumenep Tetapkan 23 Titik Shalat Idul Adha 1447 H, Digelar di Daratan hingga Kepulauan
Sumenep Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah di FTBIN 2026
Jelang Idul Adha, Ribuan Warga Kepulauan Sumenep Kembali Nikmati Mudik Gratis
Reformasi Birokrasi Sumenep Naik Signifikan, Raih Predikat A- dari Kemenpan-RB
SDN Potoan Daya 3 Semarakkan Senam Indonesia Sehat Bersama Menteri Pendidikan dan Gubernur Jatim
Wamenkes Usul Imunisasi Akhir Pekan di Aceh, Libatkan Ayah demi Tingkatkan Cakupan Vaksin

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:14 WIB

Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:56 WIB

Sulton Amrilladzi Sebut Gugatan PMH Tak Menghapus Proses Pidana yang Berjalan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:46 WIB

Muhammadiyah Sumenep Tetapkan 23 Titik Shalat Idul Adha 1447 H, Digelar di Daratan hingga Kepulauan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:58 WIB

Sumenep Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah di FTBIN 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:38 WIB

Jelang Idul Adha, Ribuan Warga Kepulauan Sumenep Kembali Nikmati Mudik Gratis

Berita Terbaru