SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang tata kelola pemerintahan. Berdasarkan hasil evaluasi resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, nilai Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kabupaten Sumenep melonjak signifikan menjadi 80,78 dengan predikat A-.
Capaian tersebut meningkat dibanding periode sebelumnya yang berada di angka 78,78 dengan predikat BB. Kenaikan nilai sekaligus perubahan predikat ini menjadi bukti keberhasilan langkah pembenahan birokrasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo.
Keberhasilan itu juga menjadi pengakuan atas implementasi semangat “Bismillah Melayani” yang kini tidak sekadar menjadi slogan, tetapi telah berkembang menjadi budaya kerja di lingkungan pemerintahan daerah.
Peningkatan indeks reformasi birokrasi tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan efektivitas kinerja aparatur sipil negara (ASN), serta mempercepat transformasi birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, reformasi birokrasi bukan hanya tentang pencapaian nilai atau penghargaan semata, melainkan bagaimana pemerintah mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Capaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh ASN dan perangkat daerah yang terus berkomitmen melakukan transformasi pelayanan publik ke arah yang lebih maju dan lebih baik. Ini milik bersama,” ujar Bupati Fauzi dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, predikat A- harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat profesionalisme birokrasi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kami tidak ingin reformasi birokrasi berhenti pada formalitas nilai dan penghargaan. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap pelayanan,” tegasnya.
Bupati Fauzi juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan agar terus menjaga integritas, memperkuat inovasi, serta menanamkan budaya kerja berbasis pelayanan.
“Semangat Bismillah Melayani harus menjadi karakter seluruh aparatur pemerintahan. Birokrasi harus hadir lebih efektif, bersih, dan mampu memberikan solusi cepat terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan Kabupaten Sumenep meraih predikat A- dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan daerah di Jawa Timur. Reformasi birokrasi yang sehat tidak hanya memperkuat akuntabilitas kinerja pemerintah, tetapi juga berdampak pada efisiensi anggaran dan percepatan pembangunan daerah.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis dapat terus menjaga tren positif reformasi birokrasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui pelayanan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan humanis.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita





