Pemulihan Penglihatan Massal, Banyuwangi Lanjutkan Operasi Katarak Gratis 2026

- Admin

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar program operasi katarak gratis sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi warga prasejahtera yang mengalami gangguan penglihatan.

Pada tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 350 pasien untuk mendapatkan tindakan operasi. Sejak pertama kali diluncurkan, program jemput bola tersebut telah membantu lebih dari 4.500 warga Banyuwangi memulihkan penglihatannya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, SKM, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya memastikan seluruh proses berjalan dengan standar medis yang ketat dan tepat sasaran.

“Kami bekerja sama dengan dokter spesialis mata untuk menjamin operasi berlangsung aman dan berkualitas. Skrining dilakukan sejak tingkat Puskesmas agar bantuan ini benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dari kalangan kurang mampu,” ujarnya.

Program ini dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit daerah di Banyuwangi. Sistem rujukan yang terintegrasi turut mempercepat penanganan pasien dari tahap pemeriksaan hingga tindakan operasi.

Masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat mendaftar melalui Puskesmas terdekat dengan melengkapi persyaratan administrasi seperti KTP atau Kartu Keluarga.

Selain memulihkan fungsi penglihatan, program ini juga memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi pasien. Mereka yang telah menjalani operasi dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan produktif.

Melalui optimalisasi layanan kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperluas akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Program Operasi Katarak Gratis 2026 menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Aldi Santoso

Editor : Novita

Berita Terkait

Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu
Wamenkes Usul Imunisasi Akhir Pekan di Aceh, Libatkan Ayah demi Tingkatkan Cakupan Vaksin
BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, 10 Produk Berizin Resmi
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data dan Keselamatan Pasien
Media Sosial dan Tekanan Mental Antara Validasi Diri dan Realitas Semu
Lewat Program CSR, PUDAM Banyuwangi Biayai BPJS Kesehatan 250 Pekerja Rentan
Ketua Umum BRN dr. Reagen Tegaskan Komitmen Perangi Stunting demi SDM Unggul
Pelayanan IGD RSUD Sumenep Dinilai Semakin Sigap dan Humanis oleh Keluarga Pasien

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:14 WIB

Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:27 WIB

Wamenkes Usul Imunisasi Akhir Pekan di Aceh, Libatkan Ayah demi Tingkatkan Cakupan Vaksin

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:37 WIB

BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, 10 Produk Berizin Resmi

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:44 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data dan Keselamatan Pasien

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:01 WIB

Media Sosial dan Tekanan Mental Antara Validasi Diri dan Realitas Semu

Berita Terbaru

Nasional

Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Selasa, 23 Jun 2026 - 06:54 WIB

Opini

Balada MBG Mau Distop: Siswa Santai, Mitra Stres

Senin, 22 Jun 2026 - 12:58 WIB