Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar program operasi katarak gratis sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi warga prasejahtera yang mengalami gangguan penglihatan.
Pada tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 350 pasien untuk mendapatkan tindakan operasi. Sejak pertama kali diluncurkan, program jemput bola tersebut telah membantu lebih dari 4.500 warga Banyuwangi memulihkan penglihatannya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, SKM, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya memastikan seluruh proses berjalan dengan standar medis yang ketat dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bekerja sama dengan dokter spesialis mata untuk menjamin operasi berlangsung aman dan berkualitas. Skrining dilakukan sejak tingkat Puskesmas agar bantuan ini benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dari kalangan kurang mampu,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit daerah di Banyuwangi. Sistem rujukan yang terintegrasi turut mempercepat penanganan pasien dari tahap pemeriksaan hingga tindakan operasi.
Masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat mendaftar melalui Puskesmas terdekat dengan melengkapi persyaratan administrasi seperti KTP atau Kartu Keluarga.
Selain memulihkan fungsi penglihatan, program ini juga memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi pasien. Mereka yang telah menjalani operasi dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan produktif.
Melalui optimalisasi layanan kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperluas akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Program Operasi Katarak Gratis 2026 menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





