Layanan Rujukan Lambat, Pasien DBD di Pasongsongan Tunggu Ambulans Berjam-jam

- Admin

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Layanan rujukan kesehatan di Puskesmas Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali mendapat sorotan. Seorang pasien yang didiagnosis menderita demam berdarah dengue (DBD) dilaporkan harus menunggu sekitar tiga jam untuk mendapatkan ambulans rujukan ke RSUD Sumenep, meskipun kondisinya memerlukan penanganan lanjutan.

Informasi tersebut disampaikan oleh M, salah satu anggota keluarga pasien, pada Sabtu (20/12/2025). Ia menuturkan bahwa keterlambatan terjadi karena ambulans yang dibutuhkan belum tersedia di lokasi saat proses rujukan dilakukan.

“Kami sudah menunggu kurang lebih tiga jam. Informasinya dari petugas, ambulans masih di perjalanan,” kata M kepada wartawan.

Menurut M, keterlambatan rujukan tersebut cukup mengkhawatirkan mengingat DBD merupakan penyakit yang membutuhkan pemantauan ketat dan penanganan cepat untuk mencegah risiko komplikasi yang membahayakan pasien.

Ia mengungkapkan, pihak Puskesmas Pasongsongan sebenarnya memiliki dua unit ambulans. Namun, pada saat kejadian hanya satu ambulans yang dapat dioperasikan karena keterbatasan sumber daya manusia, khususnya pengemudi.

“Penjelasan dari perawat, ambulansnya ada dua dan sopirnya juga dua. Tapi satu sopir sedang sakit, sehingga kami diminta menunggu,” ujarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan terkait kesiapsiagaan layanan rujukan kesehatan di tingkat puskesmas, terutama dalam situasi darurat. Bagi masyarakat, keterlambatan rujukan tidak hanya berdampak pada kenyamanan pelayanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pasien.

M berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui dinas terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan rujukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurutnya, perlu disiapkan mekanisme cadangan agar pelayanan tetap berjalan optimal meskipun terjadi kendala teknis di lapangan.

“Masyarakat datang ke puskesmas dengan harapan mendapat pertolongan tepat waktu. Dalam kondisi darurat, seharusnya ada solusi cepat, bukan sekadar diminta menunggu,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan berkeadilan bagi masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Pasongsongan, dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes., belum dapat dimintai keterangan oleh redaksi karena keterbatasan akses komunikasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga oleh kesiapan sistem, manajemen, dan sumber daya pendukung. Dalam kondisi darurat medis, kecepatan respons menjadi faktor krusial yang dapat menentukan keselamatan pasien.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu
Wamenkes Usul Imunisasi Akhir Pekan di Aceh, Libatkan Ayah demi Tingkatkan Cakupan Vaksin
BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, 10 Produk Berizin Resmi
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data dan Keselamatan Pasien
Media Sosial dan Tekanan Mental Antara Validasi Diri dan Realitas Semu
Pemulihan Penglihatan Massal, Banyuwangi Lanjutkan Operasi Katarak Gratis 2026
Lewat Program CSR, PUDAM Banyuwangi Biayai BPJS Kesehatan 250 Pekerja Rentan
Ketua Umum BRN dr. Reagen Tegaskan Komitmen Perangi Stunting demi SDM Unggul

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:14 WIB

Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:27 WIB

Wamenkes Usul Imunisasi Akhir Pekan di Aceh, Libatkan Ayah demi Tingkatkan Cakupan Vaksin

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:37 WIB

BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, 10 Produk Berizin Resmi

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:44 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data dan Keselamatan Pasien

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:01 WIB

Media Sosial dan Tekanan Mental Antara Validasi Diri dan Realitas Semu

Berita Terbaru

Nasional

Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Selasa, 23 Jun 2026 - 06:54 WIB