Malang – Puasa intermiten yang menjadi pilihan beberapa orang untuk menurunkan berat bedan ternyata menyimpan manfaat untuk tubuh. Sering kali hal ini dikaitkan dengan perubahan metabolism yang terjadi pada periode puasa. Dimana ketika tubuh tidak makan selama beberapa jam akan beralih dari pembakaran glukosa ke pembakaran lemak yang tersimpan menjadi energy.
Seperti dilansir di Medical Daily, Selasa (17/2/2026) pergeseran ini mendukung penurunan lemak seiring berjalannya waktu, terutama jika dikombinasikan dengan mengonsumsi makanan seimbang dan padat nutrisi.
Selain itu, manfaat lain yang sering disebut adalah sensitivitas insulin. Istirahat yang lebih lama di antara waktu makan mampu menurunkan kadar insulin. Hal ini akan membantu beberapa orang mengontrol gula darahnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa penelitian mengeksplorasi dampak puasa intermiten pada tekanan darah, kolesterol dan peradangan. Temuannya masih terus berkembang dan bisa bervariasi antar individu.
Dari sudut pandang gaya hidup, manfaat puasa intermiten mencakup pengambilan keputusan saat makan. Dengan lebih sedikit waktu makan yang direncanakan, beberapa orang merasa lebih mudah menghindari ngemil dan makan larut malam.
Sedang untuk meraka yang menyukai makan dengan jumlah besar merasa puas dengan makan dua kali, daripada menyebarkan kalori ke banyak makanan kecil.





