Banyuwangi – Menjelang perayaan Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah proaktif untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban. Melalui Dinas Pertanian dan Pangan, program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dikebut secara masif, disertai pengetatan pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus melindungi peternak dari potensi kerugian.
“Kami ingin memastikan masyarakat Banyuwangi merasa aman dan nyaman saat merayakan Idul Adha. Vaksinasi PMK ini adalah prioritas untuk melindungi peternak kita dari kerugian, sekaligus menjamin bahwa stok hewan kurban di pasaran benar-benar sehat. Saya minta seluruh jajaran terkait untuk terus memantau titik-titik penjualan ternak secara berkala,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arakhmat Khoiri, menjelaskan bahwa tim medis veteriner telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk mempercepat cakupan vaksinasi, terutama pada populasi sapi dan kambing.
“Selain vaksinasi, kami juga memperketat pemeriksaan dokumen kesehatan ternak di pos lalu lintas perbatasan. Hewan yang akan dijadikan kurban wajib memiliki penanda atau sertifikat sehat sebagai jaminan bagi pembeli,” tegasnya.
Sasaran vaksinasi difokuskan pada wilayah sentra peternakan serta ternak yang belum mendapatkan dosis lengkap. Di sisi lain, petugas juga rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar hewan dan penampungan ternak musiman guna memantau potensi gejala klinis penyakit.
Pengawasan ketat diberlakukan terhadap distribusi ternak, baik antarkota maupun antarpulau, melalui jalur darat dan pelabuhan. Langkah ini dinilai krusial mengingat Banyuwangi merupakan salah satu lumbung ternak di Jawa Timur yang turut menyuplai kebutuhan daerah lain.
Selain aspek medis, pemerintah daerah juga menggencarkan edukasi kepada peternak terkait pentingnya sanitasi kandang untuk mencegah penyebaran virus secara mandiri.
Dengan adanya sertifikasi kesehatan pada hewan kurban, masyarakat diharapkan dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap isu penyakit ternak. Upaya terpadu ini menjadi jaminan bahwa pelaksanaan Idul Adha 2026 di Banyuwangi akan berjalan lancar, dengan ketersediaan hewan kurban yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





