JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan maksimal sejak berada di asrama embarkasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Berbagai fasilitas disiapkan guna menjamin kenyamanan dan kesiapan fisik jemaah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa akomodasi di embarkasi telah dipersiapkan secara optimal, termasuk tempat istirahat yang layak dan nyaman.
“Akomodasi di embarkasi disiapkan dengan baik. Seluruh jemaah mendapatkan tempat istirahat lengkap dengan fasilitas pendukung yang memadai,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (26/4/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, asupan makanan bagi jemaah juga diperhatikan secara serius. Menu yang disediakan telah dihitung kandungan gizinya agar kondisi tubuh tetap prima saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Jemaah juga menjalani pemeriksaan kesehatan ulang sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Tak hanya soal kesehatan, kelengkapan administrasi turut menjadi perhatian. Jemaah menerima dokumen penting seperti paspor, gelang identitas, serta kartu nusuk yang berfungsi sebagai identitas resmi selama menjalankan ibadah haji.
Sebagai bekal selama di Tanah Suci, setiap jemaah juga mendapatkan living cost sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3,4 juta per orang.
Maria mengimbau jemaah untuk menyimpan seluruh dokumen penting di dalam tas kecil agar mudah diakses dan tidak tercecer saat dibutuhkan.
Sementara itu, hingga saat ini tercatat sebanyak 28.274 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi dalam 72 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, 17.747 jemaah yang tergabung dalam 45 kloter telah tiba di Madinah dan menempati hotel yang telah disediakan.
Ia memastikan proses kedatangan jemaah berlangsung tertib dengan pendampingan petugas.
“Tips penting, jaga kesehatan dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih, serta ikuti arahan petugas,” pungkasnya.
Penulis : Rudi
Editor : Novita





