Pasokan Energi Aman Meski Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Siapkan Alternatif Global

- Admin

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski dua kapal milik Pertamina tertahan di Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan berdasarkan laporan pemerintah, termasuk data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menunjukkan kondisi energi nasional masih terkendali.

“Posisi energi nasional saat ini relatif aman dan terkendali. Pemerintah terus memastikan pasokan tetap terjaga dengan baik,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Sugiono menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap Selat Hormuz tidak bersifat mutlak. Pemerintah telah menyiapkan berbagai sumber pasokan alternatif dari sejumlah negara mitra.

Ia menyebut dua kapal Pertamina tersebut mengangkut sekitar dua juta barel minyak. Namun jumlah itu dinilai relatif kecil dibandingkan kebutuhan energi nasional secara keseluruhan.

“Jika dibandingkan kebutuhan nasional, jumlah itu relatif kecil. Hal ini penting agar masyarakat memahami situasi secara proporsional,” katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap menangani persoalan tersebut secara serius tanpa mengabaikan dampak yang mungkin timbul. Sugiono menekankan pentingnya menyikapi situasi secara seimbang.

Indonesia, lanjutnya, juga memiliki opsi pasokan dari negara lain seperti Rusia dan Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi.

“Pemerintah terus menjajaki berbagai sumber pasokan energi dari negara mitra. Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan komunikasi dengan Iran terus dilakukan terkait penahanan kapal. Koordinasi lintas kementerian juga diperkuat untuk mencari solusi terbaik.

“Komunikasi intensif dengan Iran terus dilakukan untuk penyelesaian masalah. Kolaborasi antar kementerian berjalan untuk memastikan hasil terbaik,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, tidak semua proses diplomasi dapat disampaikan secara terbuka karena menyangkut sensitivitas geopolitik.

“Ini bicara geopolitik dalam kondisi seperti ini, ya boleh kita terbuka. Tapi jangan terlalu banyak, nanti malu juga kita,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Fauzi Serukan Persatuan dan Gotong Royong
Diskominfo Sumenep Perkuat Layanan Darurat 112 Melalui Monev Bersama Puskesmas
Harkitnas 2026 – Wabup Sumenep Ajak Jaga Tunas Bangsa dan Perkuat Desa
Sumenep Raih Penghargaan Maritim Jawa Timur 2026, Bukti Keseriusan Bangun Ekonomi Kepulauan
Achmad Fauzi: PCNU Punya Peran Besar Jaga Moderasi dan Kebangsaan
Zulhas Siapkan Skema Penyerapan Hasil Laut untuk Jaga Harga Ikan Nelayan Banyuwangi
Purbaya Pastikan Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026
Infrastruktur Digenjot – Proyek Jembatan Sungai Lembu Masuk Tahap Lelang

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:06 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Fauzi Serukan Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 1 Juni 2026 - 14:06 WIB

Diskominfo Sumenep Perkuat Layanan Darurat 112 Melalui Monev Bersama Puskesmas

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:36 WIB

Harkitnas 2026 – Wabup Sumenep Ajak Jaga Tunas Bangsa dan Perkuat Desa

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:05 WIB

Sumenep Raih Penghargaan Maritim Jawa Timur 2026, Bukti Keseriusan Bangun Ekonomi Kepulauan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:51 WIB

Achmad Fauzi: PCNU Punya Peran Besar Jaga Moderasi dan Kebangsaan

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB