Rupiah Tembus Rp17.645 per Dolar AS, Purbaya: Fundamental Ekonomi Masih Kuat

- Admin

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kondisi kuat.

“Enggak usah takut. Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan data perdagangan, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.645 per dolar AS pada Senin sore. Posisi tersebut melemah sekitar 1,17 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Purbaya menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,6 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih cukup kuat meski ekonomi global bergejolak.

Ia menyebut kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi masyarakat. Selain itu, investasi dan belanja pemerintah juga dinilai terus bergerak positif.

“Yang memberi kontribusi terbesar ke pertumbuhan adalah belanja masyarakat. Artinya daya belinya masih cukup bagus,” ujarnya.

Purbaya menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi capaian penting di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari strategi pembangunan dan reformasi ekonomi pemerintah.

“Triwulan pertama kita tumbuh 5,6 persen ketika perekonomian global lagi guncang. Jadi itu prestasi yang luar biasa,” kata Purbaya.

Ia memastikan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional agar pertumbuhan tetap berlanjut. Pemerintah juga disebut akan memperkuat kebijakan fiskal dan sektor riil untuk menghadapi tekanan global.

Menurut Purbaya, reformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah telah berjalan sebelum muncul tekanan ekonomi global. Karena itu, Indonesia dinilai memiliki ruang lebih baik untuk menjaga stabilitas ekonomi dibanding masa krisis sebelumnya.

Purbaya juga menegaskan kondisi Indonesia saat ini berbeda dengan krisis ekonomi 1997-1998. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing sentimen negatif pasar keuangan global.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara
Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita
Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa
KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Diduga Terkait Suap Proyek
Prabowo Minta Polri Jaga Kepercayaan Rakyat dan Terus Berbenah
Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:59 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:57 WIB

Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:17 WIB

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:09 WIB

BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 04:18 WIB

KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Diduga Terkait Suap Proyek

Berita Terbaru