Banyuwangi – Konektivitas transportasi kereta api dari ujung timur Pulau Jawa menuju Jawa Barat kini semakin kuat dengan hadirnya layanan langsung KA Sangkuriang. Inovasi ini mendapat apresiasi dari praktisi hukum sekaligus pengusaha asal Banyuwangi, Indriato Puji Utomo, SH, CIRM, CIRP, yang menjajal langsung perjalanan dari Stasiun Kalistail pada Senin (04/05/2026).
Menurut Indriato, kehadiran kereta tanpa transit ini menjadi terobosan penting yang mampu mendekatkan wilayah yang selama ini terpisah jarak cukup jauh, yakni Bumi Blambangan dan Bumi Pasundan.
“Sebagai pengusaha dan pengacara yang sering bolak-balik ke Bandung untuk urusan bisnis, ini tentu menjadi kabar baik. Perjalanan tanpa transit membuat mobilitas jauh lebih efisien dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga menilai, kehadiran KA Sangkuriang bukan hanya sekadar moda transportasi, tetapi simbol penyatuan dua wilayah dengan potensi besar, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata.
“Dulu mungkin ada cerita sejarah dan legenda seperti Sangkuriang dan Tangkuban Perahu. Sekarang, di dunia nyata, dua wilayah ini benar-benar tersambung lewat jalur rel yang memudahkan orang untuk berdagang, kuliah, hingga berwisata,” tambahnya.
Dalam perjalanan tersebut, kondektur KA Sangkuriang, Yahya Firman, turut menjelaskan keunggulan layanan yang disediakan kepada penumpang. Ia menegaskan komitmen pelayanan maksimal selama perjalanan berlangsung.
“Kami siap melayani dengan sepenuh hati. Jika ada kekurangan, penumpang dapat berkoordinasi dengan tim kami dan kami akan berusaha memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.
KA Sangkuriang hadir dengan rangkaian gerbong yang lengkap, terdiri dari empat gerbong eksekutif, tiga gerbong premium, serta satu gerbong eksklusif Compartment Suite Class. Selain itu, tersedia pula gerbong makan yang dirancang nyaman untuk menunjang pengalaman perjalanan jarak jauh.
Hadirnya rute langsung ini dinilai menjadi solusi efisiensi waktu bagi pelaku bisnis maupun kalangan akademisi, khususnya di wilayah Tapal Kuda. Di sisi lain, fasilitas premium seperti Compartment Suite Class juga menunjukkan peningkatan standar layanan yang menyasar segmen menengah ke atas.
Tak hanya itu, jalur ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak sektor pariwisata Banyuwangi, terutama dari wisatawan asal Jawa Barat, sekaligus memperlancar distribusi produk ekonomi kreatif antarwilayah.
KA Sangkuriang kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi jembatan baru yang menghubungkan sejarah, ekonomi, dan mobilitas masyarakat lintas Jawa secara lebih efektif dan berkelas.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





