Banyuwangi – Memasuki musim petik tebu tahun 2026, Kebun Kalitelepak PTPN I Regional 5 menunjukkan optimisme tinggi dalam memperkuat ketahanan gula nasional. Manajemen menargetkan perolehan laba sebesar Rp77 miliar, didorong peningkatan produktivitas lahan serta efisiensi proses panen di wilayah selatan Banyuwangi.
Manajer Kebun Kalitelepak, Febri Ariandi, S.T, menyampaikan keyakinannya bahwa target tersebut realistis untuk dicapai. Menurutnya, kualitas tebu yang semakin baik dan penerapan teknologi pertanian presisi menjadi faktor utama pendorong peningkatan kinerja.
“Kami sangat optimistis dengan target Rp77 miliar di musim petik 2026 ini. Hal ini didukung kualitas tebu yang semakin membaik serta penerapan teknologi pertanian yang lebih presisi. Kami berkomitmen meningkatkan produktivitas demi mencapai target laba perusahaan sekaligus menyejahterakan karyawan dan masyarakat sekitar kebun,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan juga datang dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Ia menegaskan bahwa sektor perkebunan tebu di Kalitelepak merupakan salah satu pilar penting perekonomian daerah.
“Sektor perkebunan tebu di Kalitelepak adalah salah satu pilar ekonomi penting bagi Banyuwangi. Pemerintah daerah sangat mendukung target ini karena akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal serta perputaran ekonomi di wilayah selatan Banyuwangi,” katanya.
Target laba tersebut mencerminkan keberhasilan pengelolaan ribuan hektar lahan tebu dengan standar operasional yang semakin unggul. Selain itu, kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta koordinasi ribuan tenaga kerja menjadi faktor kunci dalam mengejar rendemen optimal pada musim petik tahun ini.
Keberhasilan Kebun Kalitelepak tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah dan penguatan ekosistem industri gula di Jawa Timur.
Dengan sinergi antara manajemen perusahaan dan dukungan pemerintah daerah, target laba Rp77 miliar ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri perkebunan di Bumi Blambangan. Banyuwangi pun kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil gula yang kompetitif di tingkat nasional.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





