Perjokian UTBK Terungkap di Unesa, Menteri Brian: Tidak Ada Toleransi untuk Kecurangan

- Admin

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyoroti temuan praktik perjokian dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di lingkungan Universitas Negeri Surabaya.

Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk kecurangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi dan menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar.

“Temuan ini menjadi perhatian serius kami. Setiap bentuk kecurangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi tidak dapat dibenarkan. Evaluasi langsung kami lakukan agar sistem semakin kuat dan akuntabel,” ujar Brian dalam wawancara Dialog Aspirasi RRI Pro 1 Surabaya, Kamis (13/4/2026).

Ia menegaskan, kasus tersebut tidak hanya ditangani secara lokal, tetapi juga menjadi bahan evaluasi nasional di seluruh pusat UTBK, baik di perguruan tinggi besar maupun di wilayah dengan keterbatasan pengawasan.

Pemerintah pun memperkuat langkah pencegahan melalui pemanfaatan teknologi, seperti penggunaan metal detector dan sistem pengenalan wajah (face recognition) guna memastikan kesesuaian identitas peserta.

“Pengawasan akan terus kami tingkatkan, termasuk dengan dukungan teknologi, untuk menutup celah kecurangan dan menjaga kredibilitas seleksi,” tegasnya.

Selain itu, penegakan sanksi disiapkan sebagai efek jera. Peserta yang terbukti melakukan kecurangan berpotensi didiskualifikasi dan tidak diperkenankan mengikuti atau diterima di perguruan tinggi negeri mana pun. Sementara pihak yang terlibat sebagai joki juga dapat dikenakan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sanksi akan ditegakkan bagi pihak yang terbukti melanggar agar praktik serupa tidak terulang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi juga menegaskan komitmen penguatan keamanan seleksi nasional melalui pengawasan berlapis serta pemanfaatan teknologi deteksi kecurangan di setiap pusat UTBK.

Brian turut mengimbau orang tua dan calon mahasiswa untuk mengikuti proses seleksi secara jujur dan sesuai ketentuan.

“Persaingan yang sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak menjunjung tinggi kejujuran,” katanya.

Langkah evaluasi menyeluruh, penguatan pengawasan, dan penegakan sanksi diharapkan mampu menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi negeri sekaligus menjamin keadilan bagi seluruh peserta.

Facebook Comments Box

Penulis : Jabir

Editor : Novita

Berita Terkait

Dari Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep Merancang Sekolah yang Unggul dan Berkemajuan
Jambore Gugus Depan SDN Candi 1 Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial
Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo
QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi
Zainal Abidin Raih Juara 2 O2SN Bulu Tangkis, SDN Candi I Perkuat Tradisi Prestasi
Penuh Kebanggaan, SD QISMu Wisuda Para Penghafal Qur’an Cilik
Pamekasan Jadi Tuan Rumah Hardiknas Jatim 2026, 24 Ribu Siswa Ikut Senam Kolosal Pecahkan Rekor MURI
Pendidikan Bangkalan Bersiap Naik Kelas Lewat Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:09 WIB

Dari Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep Merancang Sekolah yang Unggul dan Berkemajuan

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:59 WIB

Jambore Gugus Depan SDN Candi 1 Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:27 WIB

Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:12 WIB

QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:25 WIB

Zainal Abidin Raih Juara 2 O2SN Bulu Tangkis, SDN Candi I Perkuat Tradisi Prestasi

Berita Terbaru