BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerima kedatangan 82 mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Kerja Komunal (PKK), Selasa (7/4/2026), di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Sebanyak 82 mahasiswa dari berbagai jurusan kesehatan tersebut akan disebar ke sejumlah desa dan kecamatan. Mereka akan fokus pada penanganan isu-isu prioritas, seperti penurunan angka stunting, pendampingan ibu hamil berisiko tinggi, serta edukasi pola hidup sehat bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ia mendorong para peserta PKK untuk tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi atas persoalan kesehatan di lapangan.
“Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk benar-benar hadir menjadi solusi bagi masalah kesehatan warga. Bantu kami memantau stunting dan berikan edukasi yang mudah dipahami ibu-ibu di desa. Banyuwangi membutuhkan semangat muda dan inovasi kalian,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan berkolaborasi dengan puskesmas dan kader posyandu. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dengan bekal ilmu terbaru akan membantu proses pendataan serta intervensi kesehatan menjadi lebih akurat.
“Mahasiswa akan kami tempatkan di puskesmas dan desa untuk bekerja bersama kader. Mereka diharapkan mampu memperkuat upaya intervensi kesehatan berbasis data di lapangan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Poltekkes Kemenkes Malang, Moh. Wildan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Banyuwangi. Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjaga etika serta mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi maksimal dalam mendukung program kesehatan daerah,” ungkapnya.
Program kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem kesehatan di Banyuwangi. Dengan keterlibatan mahasiswa, diharapkan penanganan berbagai persoalan kesehatan dapat dilakukan lebih komprehensif, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi calon tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.





