Bupati Ipuk Ajak 82 Mahasiswa Poltekkes Jadi Solusi Masalah Kesehatan Banyuwangi

- Admin

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerima kedatangan 82 mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Kerja Komunal (PKK), Selasa (7/4/2026), di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Kehadiran para mahasiswa ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Sebanyak 82 mahasiswa dari berbagai jurusan kesehatan tersebut akan disebar ke sejumlah desa dan kecamatan. Mereka akan fokus pada penanganan isu-isu prioritas, seperti penurunan angka stunting, pendampingan ibu hamil berisiko tinggi, serta edukasi pola hidup sehat bagi masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ia mendorong para peserta PKK untuk tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi atas persoalan kesehatan di lapangan.

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk benar-benar hadir menjadi solusi bagi masalah kesehatan warga. Bantu kami memantau stunting dan berikan edukasi yang mudah dipahami ibu-ibu di desa. Banyuwangi membutuhkan semangat muda dan inovasi kalian,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan berkolaborasi dengan puskesmas dan kader posyandu. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dengan bekal ilmu terbaru akan membantu proses pendataan serta intervensi kesehatan menjadi lebih akurat.

“Mahasiswa akan kami tempatkan di puskesmas dan desa untuk bekerja bersama kader. Mereka diharapkan mampu memperkuat upaya intervensi kesehatan berbasis data di lapangan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Poltekkes Kemenkes Malang, Moh. Wildan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Banyuwangi. Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjaga etika serta mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah.

“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi maksimal dalam mendukung program kesehatan daerah,” ungkapnya.

Program kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem kesehatan di Banyuwangi. Dengan keterlibatan mahasiswa, diharapkan penanganan berbagai persoalan kesehatan dapat dilakukan lebih komprehensif, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi calon tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dari Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep Merancang Sekolah yang Unggul dan Berkemajuan
Jambore Gugus Depan SDN Candi 1 Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial
Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo
QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi
Zainal Abidin Raih Juara 2 O2SN Bulu Tangkis, SDN Candi I Perkuat Tradisi Prestasi
Penuh Kebanggaan, SD QISMu Wisuda Para Penghafal Qur’an Cilik
Pamekasan Jadi Tuan Rumah Hardiknas Jatim 2026, 24 Ribu Siswa Ikut Senam Kolosal Pecahkan Rekor MURI
Pendidikan Bangkalan Bersiap Naik Kelas Lewat Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:09 WIB

Dari Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep Merancang Sekolah yang Unggul dan Berkemajuan

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:59 WIB

Jambore Gugus Depan SDN Candi 1 Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:27 WIB

Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru, Abdul Mu’ti: Bentuk Perhatian Presiden Prabowo

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:12 WIB

QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:25 WIB

Zainal Abidin Raih Juara 2 O2SN Bulu Tangkis, SDN Candi I Perkuat Tradisi Prestasi

Berita Terbaru