Jakarta – Pemerintah memastikan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap berlangsung normal meskipun kebijakan efisiensi energi tengah diterapkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa sistem pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka (luring) tanpa pengurangan hari sekolah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Sektor pendidikan tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka, yaitu luring secara normal di seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah lima hari dalam seminggu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Selain itu, pemerintah juga tidak memberlakukan pembatasan terhadap kegiatan non-akademik di lingkungan sekolah. Kegiatan olahraga maupun ekstrakurikuler tetap dapat berjalan seperti biasa.
“Tidak ada pembatasan untuk kegiatan ajang olahraga terkait prestasi maupun ekstrakurikuler lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan tinggi, khususnya mahasiswa semester IV ke atas, pengaturan kegiatan belajar diserahkan kepada kementerian terkait.
Pemerintah menetapkan bahwa kebijakan perkuliahan akan menyesuaikan dengan Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Kebijakan ini diambil sebagai upaya menjaga keberlangsungan pendidikan nasional tanpa mengganggu kualitas pembelajaran, meskipun pemerintah tengah mendorong efisiensi energi di berbagai sektor.
Penulis : Rudi
Editor : Novita





