Pamekasan – Akademisi dan mahasiswa menghadiri kegiatan studium generale yang digelar Universitas Madura (UNIRA) dalam rangka Dies Natalis ke-48, Senin pagi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNIRA tersebut menghadirkan Dr. Idham Khalik sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan pentingnya penguatan literasi politik di kalangan akademisi sebagai fondasi demokrasi yang sehat.
Dalam pemaparannya, Idham menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai ruang lahirnya pemikiran kritis dan diskursus publik yang konstruktif.
“Aktifisme mahasiswa adalah bagian dari praktek civil socaety, dan kampus adalah temaptnya civil socaety.
Dan demokrasi yang kuat lahir dari pikiran yang aktif dan ruang diskusi yang hidup,” ujarnya di hadapan peserta.
Menurutnya, literasi politik tidak hanya berkaitan dengan pemahaman sistem pemerintahan, tetapi juga kemampuan masyarakat terutama kalangan intelektual dalam membaca realitas sosial dan terlibat aktif dalam proses demokrasi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari refleksi Dies Natalis ke-48 Universitas Madura, dengan tema besar pembangunan demokrasi di Indonesia. Selain pemaparan materi, forum tersebut diisi dengan dialog interaktif antara narasumber dan peserta.
Sejumlah dosen dan mahasiswa tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Diskusi berlangsung dinamis, membahas berbagai isu aktual seputar demokrasi, partisipasi publik, hingga peran generasi muda dalam menjaga kualitas kehidupan berbangsa.
Pihak kampus berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat tradisi akademik sekaligus meningkatkan kesadaran politik yang kritis dan bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.
Penulis : Suryadi
Editor : Novita





