Kenaikan Harga Plastik Picu Kekhawatiran – Pemkot Surabaya Lakukan Antisipasi

- Admin

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Surabaya – Kenaikan harga plastik secara signifikan akibat faktor global menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, mengatakan pihaknya berupaya mengantisipasi dampak kenaikan tersebut yang dinilai dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah yang dilakukan antara lain melalui monitoring pasar secara rutin serta pendampingan kepada pelaku UMKM agar tetap mampu menjaga stabilitas produksi dan harga jual.

“Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan, sekitar 30 sampai 60 persen. Ini dipicu pasokan global dan harga energi dunia yang tidak bisa kita hindari,” ujar Mia, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan harga dan ketersediaan barang di pasar hingga pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Pendampingan difokuskan untuk menekan dampak kenaikan biaya produksi akibat mahalnya kemasan plastik.

Ia menyebut, kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha karena berdampak langsung pada biaya produksi. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual jika tidak diimbangi dengan inovasi.

“Memang terasa dengan kenaikan harga plastik ini, tapi kami melakukan pendampingan UKM, salah satunya dengan inovasi kemasan karena pasti berpengaruh pada biaya produksi,” jelasnya.

Pemkot Surabaya juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai beralih ke alternatif kemasan non-plastik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, perubahan pola distribusi dan penjualan dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek, seperti penjualan dalam jumlah lebih besar untuk mengurangi penggunaan kemasan kecil berbahan plastik.

“Kalau terkait perdagangan, mungkin kuantitas jual tidak lagi dikemas kecil-kecil. Tapi yang paling signifikan adalah perubahan kemasan yang harus mulai dilakukan,” ujarnya.

Untuk menekan harga, Pemkot Surabaya juga menjalin komunikasi dengan distributor agar rantai pasok lebih singkat dan harga yang diterima pelaku usaha lebih kompetitif.

“Kami hubungkan distributor dengan pedagang atau UMKM agar rantai pasok tidak terlalu panjang,” katanya.

Ke depan, Pemkot Surabaya memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada UMKM agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya produksi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan pendapatan pelaku usaha.

Facebook Comments Box

Penulis : Jabir

Editor : Novita

Berita Terkait

Kualitas Terbukti, UD Indra Jaya Jadi Andalan Pasokan Sapi Bali Banyuwangi
160 Ribu Ton Padi, Banyuwangi Tegaskan Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan
Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Merangkak Naik
Pasar Baru Siap, DPRD Banyuwangi Minta Pemkab Percepat Relokasi Pedagang
Kandang Kuda ke Cuan, Pemuda Sumenep Raup Jutaan dari Kebun Selada
Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang
BBM Langka di Saur Saebus, Aktivitas Warga Sapeken Terancam Lumpuh
Pengusaha Ritel Banyuwangi Minta Penertiban Toko 24 Jam, Soroti Ketimpangan Aturan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 07:34 WIB

Kualitas Terbukti, UD Indra Jaya Jadi Andalan Pasokan Sapi Bali Banyuwangi

Rabu, 22 April 2026 - 01:04 WIB

160 Ribu Ton Padi, Banyuwangi Tegaskan Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan

Minggu, 19 April 2026 - 01:32 WIB

Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Merangkak Naik

Jumat, 17 April 2026 - 14:30 WIB

Pasar Baru Siap, DPRD Banyuwangi Minta Pemkab Percepat Relokasi Pedagang

Senin, 13 April 2026 - 09:47 WIB

Kandang Kuda ke Cuan, Pemuda Sumenep Raup Jutaan dari Kebun Selada

Berita Terbaru