Harga MinyaKita Tembus Rp21 Ribu, Pemkab Sumenep Kerahkan Warung Inflasi

- Admin

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Kenaikan harga minyak goreng subsidi jenis MinyaKita di pasaran kian terasa membebani masyarakat. Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak cepat dengan menerjunkan program “Warung Inflasi” sebagai langkah konkret menjaga daya beli warga.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga MinyaKita saat ini berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter. Angka tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Situasi ini mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep memperkuat intervensi pasar. Salah satu strategi yang diandalkan adalah menghadirkan Warung Inflasi bekerja sama dengan Perum Bulog guna menyediakan minyak goreng sesuai HET bagi masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan program tersebut menjadi solusi agar masyarakat tetap bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau, meski harga di pasaran terus berfluktuasi.

Menurutnya, pelaksanaan Warung Inflasi melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti Diskop UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di daerah.

Tak hanya tersedia di satu titik, layanan Warung Inflasi juga dirancang fleksibel agar menjangkau lebih banyak warga. Selain beroperasi di lokasi tetap, program ini turut hadir secara mobile ke berbagai pasar di wilayah kecamatan.

“Ada warung tetapnya di dekat kantor UPT Pasar Anom, ada juga yang menggunakan mobil ke beberapa pasar,” ujarnya, Rabu (20/05/2026).

Pemerintah daerah juga terus menggencarkan operasi pasar untuk memastikan ketersediaan stok minyak goreng tetap aman sekaligus menekan praktik penjualan di atas HET.

Langkah ini dinilai penting, mengingat distribusi MinyaKita di pasaran masih didominasi oleh pihak swasta. Dari total distribusi, peran Bulog hanya sekitar 15 persen, sementara sisanya dikuasai distributor non-pemerintah.

Dengan kondisi tersebut, intervensi melalui Warung Inflasi dan operasi pasar menjadi kunci agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

Dadang memastikan, pengawasan akan terus dilakukan secara intensif guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Kita tetap melakukan pemantauan supaya harga minyak goreng sesuai dengan HET yang ditentukan pemerintah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Bersih di Masjid Ahmad Dahlan Parsanga
Sembilan Hari Tanpa Henti, Detikzone.id Tebar Kebaikan untuk Sesama
Kominfo Jatim Sebut Hoaks Masih Dominasi Arus Informasi Digital
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Tertekan Gejolak Global
QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi
Mengusut Dugaan Yayasan Instan Penyedot Anggaran MBG di Tengah Desakan Audit
​Putusan MA Dikangkangi, BPN Manggarai Barat Dituding Jadi Benteng Mafia Tanah?
Keracunan MBG Bangkalan Jadi Alarm Nasional, Aktivis Desak SPPG Ditutup Permanen

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Bersih di Masjid Ahmad Dahlan Parsanga

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:58 WIB

Sembilan Hari Tanpa Henti, Detikzone.id Tebar Kebaikan untuk Sesama

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:41 WIB

Kominfo Jatim Sebut Hoaks Masih Dominasi Arus Informasi Digital

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:12 WIB

QISMu Students Kembali Bersinar di Ajang Kabupaten dan Provinsi

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:46 WIB

Mengusut Dugaan Yayasan Instan Penyedot Anggaran MBG di Tengah Desakan Audit

Berita Terbaru