BBM Langka di Saur Saebus, Aktivitas Warga Sapeken Terancam Lumpuh

- Admin

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUMENEP — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di wilayah kepulauan, tepatnya di Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu hingga memicu lonjakan harga di tingkat pengecer.

Dalam beberapa hari terakhir, warga kesulitan mendapatkan BBM. Antrean panjang terlihat di sejumlah titik, sementara stok yang tersedia sangat terbatas. Di sisi lain, harga BBM melonjak tajam dan jauh dari harga normal.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang cari BBM sangat susah. Kalau pun ada, harganya mahal sekali. Kami jadi kesulitan beraktivitas,” ujar Yuliana, warga Desa Saur Saebus.

Dampak kelangkaan ini dirasakan hampir di seluruh sektor. Para nelayan terpaksa mengurangi bahkan menghentikan aktivitas melaut karena ketiadaan bahan bakar. Sementara itu, transportasi antar desa ikut tersendat, menyebabkan distribusi kebutuhan pokok terhambat.

Wilayah kepulauan seperti Kecamatan Sapeken memang sangat bergantung pada pasokan BBM dari luar daerah. Ketika distribusi terganggu, masyarakat langsung merasakan dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kenaikan harga BBM di tingkat pengecer turut memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Kondisi ini semakin membebani ekonomi warga di tengah keterbatasan akses dan pasokan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis tersebut, mulai dari memperlancar distribusi hingga memperketat pengawasan harga di lapangan.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, kami bisa benar-benar lumpuh,” tambah Yuliana dengan nada cemas.

Kelangkaan BBM di Desa Saur Saebus kembali menegaskan bahwa persoalan distribusi energi di wilayah kepulauan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian dan solusi nyata dari pemerintah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kandang Kuda ke Cuan, Pemuda Sumenep Raup Jutaan dari Kebun Selada
Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang
Kenaikan Harga Plastik Picu Kekhawatiran – Pemkot Surabaya Lakukan Antisipasi
Pengusaha Ritel Banyuwangi Minta Penertiban Toko 24 Jam, Soroti Ketimpangan Aturan
Tiket Pesawat Naik 9–13 Persen, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Rp 2,6 Triliun
Pesta Durian Sepuasnya di Banyuwangi, Ini Keseruan Durian Fest 2026
Pemkab Banyuwangi Batasi Jam Operasional Ritel Modern untuk Dorong UMKM
IHSG Melemah 0,99 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Turut Menyusut

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 09:47 WIB

Kandang Kuda ke Cuan, Pemuda Sumenep Raup Jutaan dari Kebun Selada

Kamis, 9 April 2026 - 11:08 WIB

Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang

Selasa, 7 April 2026 - 11:36 WIB

Kenaikan Harga Plastik Picu Kekhawatiran – Pemkot Surabaya Lakukan Antisipasi

Selasa, 7 April 2026 - 02:34 WIB

BBM Langka di Saur Saebus, Aktivitas Warga Sapeken Terancam Lumpuh

Selasa, 7 April 2026 - 02:26 WIB

Pengusaha Ritel Banyuwangi Minta Penertiban Toko 24 Jam, Soroti Ketimpangan Aturan

Berita Terbaru