BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk segera mengambil langkah taktis dalam memindahkan para pedagang ke Pasar Banyuwangi yang baru selesai direvitalisasi. Langkah percepatan ini dinilai krusial agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut segera memberikan dampak ekonomi nyata.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menegaskan bahwa pasar yang telah siap tidak boleh dibiarkan terlalu lama tanpa aktivitas.
“Kami meminta Pemkab segera melakukan koordinasi akhir untuk memindahkan para pedagang ke lokasi yang baru. Pasar sudah siap, jadi jangan ditunda-tunda lagi. Semakin cepat mereka pindah, semakin cepat perputaran ekonomi di pusat kota kembali normal dan tertata rapi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Drs. Guntur Priambodo, menyatakan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah mematangkan aspek teknis relokasi, khususnya terkait pembagian lapak agar berjalan adil dan transparan.
“Kami berkomitmen untuk segera melakukan relokasi dalam waktu dekat setelah seluruh sarana penunjang dan proses administrasi dengan para pedagang tuntas seratus persen,” jelasnya.
Dari sisi masyarakat, harapan besar juga disampaikan oleh Anggi, salah satu perwakilan pelanggan. Ia mengaku sudah menantikan operasional pasar baru yang dinilai lebih modern dan nyaman.
“Sebagai warga, kami sudah sangat menantikan Pasar Banyuwangi yang baru ini segera dibuka secara resmi. Fasilitas yang lebih bersih tentu akan membuat kami lebih nyaman saat berbelanja. Kami berharap relokasi ini bisa segera terwujud agar pusat kota tidak terlihat semrawut lagi,” ungkapnya.
Pemanfaatan gedung pasar yang baru secara cepat dinilai penting untuk mencegah penurunan kualitas bangunan akibat tidak adanya aktivitas. Selain itu, relokasi pedagang juga menjadi bagian dari upaya penataan kota agar lebih rapi dan terintegrasi dengan konsep pengembangan kawasan yang ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi Pemkab Banyuwangi terletak pada manajemen pembagian lapak yang harus dilakukan secara terbuka guna menghindari potensi konflik antar pedagang.
Dorongan DPRD ini menjadi sinyal kuat agar pihak eksekutif tidak menunda momentum operasional pasar. Relokasi pedagang ke pasar baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mempertegas identitas Banyuwangi sebagai daerah yang progresif dalam pembangunan pasar rakyat.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





