Pasar Baru Siap, DPRD Banyuwangi Minta Pemkab Percepat Relokasi Pedagang

- Admin

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk segera mengambil langkah taktis dalam memindahkan para pedagang ke Pasar Banyuwangi yang baru selesai direvitalisasi. Langkah percepatan ini dinilai krusial agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut segera memberikan dampak ekonomi nyata.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menegaskan bahwa pasar yang telah siap tidak boleh dibiarkan terlalu lama tanpa aktivitas.

“Kami meminta Pemkab segera melakukan koordinasi akhir untuk memindahkan para pedagang ke lokasi yang baru. Pasar sudah siap, jadi jangan ditunda-tunda lagi. Semakin cepat mereka pindah, semakin cepat perputaran ekonomi di pusat kota kembali normal dan tertata rapi,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Drs. Guntur Priambodo, menyatakan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah mematangkan aspek teknis relokasi, khususnya terkait pembagian lapak agar berjalan adil dan transparan.

“Kami berkomitmen untuk segera melakukan relokasi dalam waktu dekat setelah seluruh sarana penunjang dan proses administrasi dengan para pedagang tuntas seratus persen,” jelasnya.

Dari sisi masyarakat, harapan besar juga disampaikan oleh Anggi, salah satu perwakilan pelanggan. Ia mengaku sudah menantikan operasional pasar baru yang dinilai lebih modern dan nyaman.

“Sebagai warga, kami sudah sangat menantikan Pasar Banyuwangi yang baru ini segera dibuka secara resmi. Fasilitas yang lebih bersih tentu akan membuat kami lebih nyaman saat berbelanja. Kami berharap relokasi ini bisa segera terwujud agar pusat kota tidak terlihat semrawut lagi,” ungkapnya.

Pemanfaatan gedung pasar yang baru secara cepat dinilai penting untuk mencegah penurunan kualitas bangunan akibat tidak adanya aktivitas. Selain itu, relokasi pedagang juga menjadi bagian dari upaya penataan kota agar lebih rapi dan terintegrasi dengan konsep pengembangan kawasan yang ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.

Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi Pemkab Banyuwangi terletak pada manajemen pembagian lapak yang harus dilakukan secara terbuka guna menghindari potensi konflik antar pedagang.

Dorongan DPRD ini menjadi sinyal kuat agar pihak eksekutif tidak menunda momentum operasional pasar. Relokasi pedagang ke pasar baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mempertegas identitas Banyuwangi sebagai daerah yang progresif dalam pembangunan pasar rakyat.

Facebook Comments Box

Penulis : Aldi Santoso

Editor : Novita

Berita Terkait

Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan
Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan
Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen pada 2027
Harga MinyaKita Tembus Rp21 Ribu, Pemkab Sumenep Kerahkan Warung Inflasi
Rupiah Tembus Rp17.645 per Dolar AS, Purbaya: Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Indriato Puji Utomo Puji KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Banyuwangi Bandung

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:27 WIB

Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42 WIB

Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:49 WIB

Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB